Senin, 12 Oktober 2015

Kunjungan Koperasi

Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan karunia-Nya dan memberi kesempatakn kepada kami untuk menyelesaikan Kunjungan Koperasi sehingga kami dapat menyusun  laporan yang berjudul “Kunjungan ke Koperasi ANEKA SUKSES”.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan laporan Kunjungan ini banyak pihak-pihak terkait dalam membantu menyelesaikan kunjungan Koperasi ANEKA SUKSES selaku tugas dari Dosen Softskill kami yaitu Budi Hermana, maka dari itu saya berterimakasih kepada pihak-pihak terkait dalam [embuatan laporan ini.
Penyusun mengharapkan agar laporan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang struktur koperasi dan dapat sebagai referensi dalam tugas pembaca.
Saya menyadari bahwa penulisan laporan wawancara ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran, dan usul guna menyempurnakan laporan hasil wawancara ini.
            Semoga Laporan hasil wawancara ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.


 Depok, 11 Oktober 2015


Penyusun,


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
            Pentingnya diadakannya suatu koperasi yaitu sebagai wadah usaha bersama untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan ekonomi para anggota koprasi khususnya dan umunya bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi warga yang mandiri kreatif dalam menghadapi perkembangan ekonomi nasional dan global yang semakin dinamis dan penuh tantangan. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoprasian.
1.2    Tujuan
            Untuk menyelesaikan tugas ekonomi koperasi selaku salah satu mata kuliah disemester 3 ini dari dosen softskill, serta untuk mengetahui perkembangan sejarah koperasi dan struktur kepengurusan koprasi. Menambah manfaat Untuk memperluas pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa tentang koperasi dan dapat dijadikan sebagai dasar pengetahuan berkoperasi.





BAB II
Pembahasan
I.                   Pengertian
            Secara bahasa, koperasi berasal dari dua suku kata bahasa inggris, yaitu 'co' dan 'operation'. Co berarti bersama, dan operation berarti bekerja. Sehingga dapat diartikan co-operation (koperasi) adalah melakukan pekerjaan secara bersama (gotong-royong).
            Secara istilah, pengertian koperasi adalah Badan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong.
II.                LANDASAN KOPERASI

Sebagai tulang punggung perekonomian rakyat, koperasi dianggap perlu (urgent) untuk dibentuk. Maka muncullah landasan-landasan yang patut dipertimbangkan untuk membuat koperasi. Ada banyak landasan yang menjadi pijakan untuk pendirian koperasi. Dan dibawah ini ada beberapa landasan koperasi, diantaranya:

a.    Landasan Idiil Pancasila 


Sebagai sarana untuk mencapai masyarakat, adil, makmur, dan sejahtera, koperasi membutuhkan topangan dari landasan hukum. Dan landasan hukum untuk koperasi Indonesia dapat berpijak adalah Pancasila.

b.    Landasan UUD 1945 


Dalam Undang-undang Dasar 1945, koperasi diposisikan sebagai Soko Guru perekonomian nasional. Atas kedudukan koperasi tersebut, maka koperasi dianggap perlu memiliki departemen / kementerian khusus dalam kabinet. Departemen ini berfungsi membawahi urusan-urusan koperasi nasional, seperti pengembangan, penyuluhan, workshop, pembekalan, pembiayaan, sampai dengan penanganan-penangan hukum apabila terjadi sesuatu.

c.     Landasan Sosial (mental gotong-royong dan setia kawan);
Dalam prosesnya, koperasi merupakan organisasi yang membutuhkan banyak peran masyarakat. Seperti dalam pengertian koperasi, koperasi adalah organisasi demokrasi ekonomi, mandiri dan berotonomi. Setiap anggotanya bahu membahu membantu, berbagi, berpendapat, dan berdiskusi. Mulai dari mendiskusikan organisasi, manajerial, pemasaran, dan membangun usaha anggotanya.

Landasan operasional Pasal 33 UUD 1945, UU Koperasi No. 12 1967, UU Koperasi No. 25 1992


UUD 1945 pasal 33 ayat 1; “perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.” Dalam penjelasannya antara lain dinyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran perorangan, dan bentuk perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi.

III.             Sejarah Koperasi ANEKA SUKSES
            Koperasi ANEKA SUKSES didirikan pada tanggal 4 Juli 2014 pada Pukul 13:00 WIB. Koperasi ANEKA SUKSES dijalankan oleh Warga Rangkapan Jaya bertempat pada Perumahan Aneka Jaya RT. 03 RW. 17 Kel. Rangkapan Jaya Kec. Pancoran Mas Depok.Nama Koperasi itu sendiri diambil dari nama Kelurahan yang berarti menginginkan koperasi yang sukses dan dapat meningkatkan taraf hidup dan keuangan para anggota terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
            Awal mulanya koperasi ini dibentuk ketika beberapa warga di Rt.03 yang berniat untuk mendirikan sebuah koperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan disekeliling warga Rt.03 dengan beranggotakan hanya 24 orang, yang kemudian di dukung oleh semua Warga Rangkapan Jaya dan bertambah hingga 49 orang yang menjadi anggota di koperasi aneka sukses ini.
            Usaha yang pertama kali di adakan adalah simpan pinjam kemudian makin merambah ke bidang pengadaan sembako, peralatan rumah tangga atau elektronik dan pulsa. Seiring waktu koperasi ini menjadi lebih maju dan mendapat akta pendiran dari pemerintah setempat.
           
            Tujuan Didirikannya Koperasi di Lingkungan warga rangkapan jaya sesuai kunjungan dan bukti tulis yaitu:
a.        Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota;
b.       Mengupayakan dan meningkatkan kesejahteraan anggota;
c.        Menjadi pusat informasi dan data bagi anggota dalam melakukan kegiatan dan berhubungan dengan pihak luar;
d.      Melakukan training bagi kepentingan kualitas usaha anggota;
e.       Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara anggota.
            Pada saat Pertama kali koperasi ini dibentuk anggota koperasi hanya berjumlah sekitar 24 orang dari warga rt.03. Hal ini dikarenakan belum adanya kesadaran  para warga dan pengetahuan manfaat terhadap keberadaan dan fungsi koperasi itu sendiri, untuk keanggotaan hanya boleh  dari warga Kel. Rangkapan Jaya karena koperasi ini masih dalam lingkup kecil
            Koperasi ini awalnya mendapatkan dana investasi dari anggota-anggotanya kemudian bertambah dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib anggota dan simpanna sukarela. Simpanan pokok itu sendiri sebesar Rp.100.000 untuk setiap anggota yang tergabung dalam koperasi ini. selain itu, Pada Simpanan wajib sebesar rp.15.000 setiap bulannya yang harus dikumpulkan. Serta, simpanan sukarela dikumpulkan sebesar yang diinginkan (sukarela). Dengan begitu, Koperasi ANEKA SUKSES berjalan baik dan dapat membantu para warga rangkapan jaya tersebut, meskipun koperasi ini masih dalam ruang lingkup kecil.
Struktur organisasi Koperasi ANEKA SUKSES yaitu:
1.      Penasehat / Pembina : Sahril (Ketua Rt.03 Rw. 17)
2.      Pengawas : Hery Legiyo
3.      Pengurus : a.    Ketua              : Tien Marni
                    b. Bendahara I    : Pambayun Restu Ningsih
                        Bendahara II   : Nuryanah
                    c. Sekertaris        : Nani Chairoh


IV.               Bentuk Usaha
1) Usaha Simpan Pinjam
            Dalam Usaha simpan pinjam yaitu bentuk usaha dimana untuk memberikan pinjaman tidak hanya bagi para anggota saja namun juga bagi warga yang non-anggota koperasi diperbolehkn untuk melakukan bentuk usaha simpan pinjam.
            Usaha ini selalu mengalami peningkat terutama dari volume / nilai pinjam, pada setiap usaha ada kalanya mengalami kerugian atau tidak sesuai dengan apa yang dikeluarkan dengan yang diterima jadi nilai buruknya dalam usaha simpan pinjam ini sering terjadi ketika warga yang diberikan pinjaman dalam waktu yang telah ditentukan seringkali tidak tepat waktu dalam pengembaliannya.

2) Usaha Pengadaan Sembako
            Pada Usaha Pengadaan sembako merupakan bentuk usaha untuk memberikan keringanan bagi para ibu rumah tangga dalam menyediakan kebutuhan warga sehari-hari. Dalam usaha ini para anggota menyediakan berbagai macam kebutuhan seperti beras, minyak,telur dll.

3) Usaha Pembelian Barang Elektronik
            selain ada bentuk usaha pengadaan dalam bentuk sembako, tetapi koperasi ini juga ada pengadaan pembelian barang elektronik dan properti rumah tangga. Penyediaannya seperti membelikan properti yang diinginkan warga lalu untuk pembayarannya dapat di lakukan dalam tempo waktu yang telah di tentukan.

4). Usaha Pulsa
Usaha pulsa ini memberikan tambahan pada kas koperasi memang tidak begitu besar penghasilannya namun sedikit demi sedikit usaha ini dapat mengahasilkan profit yang berpengaruh terhadap meningkatnya kas pada koprasi ini.

V.             Sistem Pelaporan Hasil Usaha
Data penghitungan SHU (Sisa Hasil Usaha)

1. Untuk pengembangan koperasi = 40%
2. Dana Anggota = 27%
3. Dana Kontribusi = 3%
4. Dana Pendidikan = 5%
5. Dana Pengurus = 5%
6. Dana Investor = 15%

            Untuk mengetahui hasil usaha, perkembangan dan program kerjanya koperasi ini selalu mengadakan LPJP dimana pengurus mempertanggung jawabkan segala bentuk usaha yang dijalani koperasi tersebut, kondisi keuangan, dan juga program kerja selanjutnya, juga setiap akhir periode kepengurusan akan diputuskan apakah pengurus bisa dipilih kembali atau tidak.

LAMPIRAN:



























Kamis, 11 Juni 2015

Pengangguran di Indonesia

            Setelah saya membahas tentang perekonomian Indonesia, kini lagi-lagi saya ingin memposting tentang yang bersangkutan dengan perekonomian  Indonesia, dampak jelas dari perekonomian Indonesia yang sangat memperhatinkan, ya dampak jelas dari perekonomian yang tidak stabil dan labil membuat banyak Pengangguran dimana-mana.
            Di area globalisasi ini sangatlah kompetitif dalam persaingan mencari kerja, bukan hanya gelar yang dilihat namun instansi perguruan tinggi pun dilihat oleh pihak pembuka lapak kerjaan dan tidak sedikit lebih menomorsatukan lulusan luar negeri. Namun memang itu hukum alam, tinggal kitanya saja kapan akan menjadi warga negara indonesia yang mandiri, kalau bisa justru orang asing yang berkerja dengan kita. Memang zaman modern seperti ini, hidup harus keras dan tidak bisa bergantung dengan orang lain, selain dengan Tuhan yang maha Esa. Nah, itu permasalahannya, pengangguran di Indonesia disebabkan oleh warga Indonesia yang “tabu” dengan berwirausaha. Banyak alasan yang membuat mereka tidak ingin mencoba wirausaha “ saya takut gagal” “gak ada modal” “ masa gelar tinggi jadinya jualan” “waaah, bukan passion saya” dan lain sebagainya. Padahal, untuk memulai sesuatu itu memang tidak mudah, layaknya mencari kerja, dan berkerja disuatu perusahaan, untuk mendapatkan jabatan tinggi harus memiliki pengalaman kerja berbelas-belas tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, anda baru bisa mendapatkan jabatan tinggi di suatu perusahaan. Semua pekerjaan sama saja, diawal selalu lebih sulit dan baru dirasakan enak setelah melewati sebuah proses.
            Pengangguran di Indonesia semakin meningkat tiap tahun, dan peningkatan lapangan kerja tidak berbanding lurus dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, khususnya untuk penduduk yang siap kerja. Seperti artikel yang saya dapat :
“JAKARTA. Pemerintah tampaknya gagal mengatasi pengangguran karena jumlahnya akan meningkat tahun ini. Sepanjang bulan Februari hingga Agustus 2014, jumlah pengangguran di Indonesia bertambah 0,09 juta orang dari 7,15 juta orang meningkat 7,24 juta orang. Dengan jumlah ini, tingkat ini diprediksi akan bertambah karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di 5,01%
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 121,87 juta orang, yang meningkat dari Agustus tahun 2013 sebesar 120,17 juta orang. Tetapi peningkatan ini juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka Februari hingga Agustus 2014 sebesar 5,70% naik 5,94%.
Meski terjadi peningkatan pengangguran tahun ini, pemerintah sepertinya dapat berbangga hati karena dibanding Agustus tahun lalu, tingkat pengangguran berkurang 0,17% dari 7,41 juta orang menjadi 7,24 juta orang. Ini berarti sebanyak 6,17% orang yang menganggur turun menjadi 5,94%.”

            Walaupun pengangguran agustus di tahun 2014 menurun daripada agusutus tahun 2013, itu juga dikarenakan adanya pemilu pada tahun 2014 yang membuat banyak diperlukannya pekerja dalam bidang “percetakan” contohnya, dan lain lain. Dan akan diprediksi bahwa pengagguran akan meningkat tahun ini, sangat amat miris untuk kita terima, karena berarti banyak warga indonesia yang masih pontang pantung mencari rejeki, akan meningkatnya kriminalitas, akan meningkatnya tingkat stres.sebaiknya pemerintah HARUS FOKUS MEMBENAHI PERTUMBUHAN EKONOMI agar semakin tumbuh pesat! Bukan BLUSUKAN ke daerah-daerah! Prioritaskanlah yang penting untuk mencakup kesejahteraan mayoritas indonesia, bukan blusukan yang menurut saya bisa ditugaskan oleh pihak lain.terlebih lagi dengan adanya AFTA ditahun 2015 ini, saya pikir pengangguran akan semakin melebar, karena dengan adanya AFTA tenaga kerja Indonesia bukan hanya bersaing dengan WNI tapi juga dengan warga negara asia, menurut saya pemerintah salah jalan dalam menyetujui adanya AFTA, dengan dilihatnya Potensi dari Indonesia sendiri yang masih sangat minus dibandingkan dengan negara asia lainnya. Dari segi pendidikan contohnya? Indonesia tertinggal jauh. Pola pikir masyarakat yang mayoritasnya masih “closed minded” jadi menurut saya penyetujuan AFTA sangatlah disayangkan, karena lagi-lagi tidak berpihak pada mayoritas masyarakat Indonesia, lebih banyak masalah yang akan timbul nantinya. Ini tugas pemerintah untuk membuka lapangan kerja baru, bukan membeli mobil dinas baru! ini tugas pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat indonesia! Bukan, mensejahterakan penjabat-penjabat gelap yang haus uang rakyat!
Lagi-lagi keputusan pemerintah tidak mempihak pada mayoritas masyarakat Indonesia, lagi-lagi mengecewakan!
            Sebagai warga negara Indonesia yang Mandiri, Cerdas, dan Pintar kita tidak bisa bergantung pada pemerintah yang tidak lagi memihak pada rakyat kecil, sudah saatnya kini warga negara indonesia membangun negara kita ditangan kita sendiri, dengan membuka usaha sendiri! Dengan begitu, akan ada lapangan kerja bagi warga negara kita sendiri yang membutuhkannya. Karena, sebab-sebab meningkatnya penganggruan akibat dari lapangan pekerjaan yang sempit, sehingga persaingan mencari kerja sangatlah kompetitif, sering kali adanya nepotisme, PHK dikarenakan perekonomian yang tidak stabil, besarnya rasa malas masyarakat untuk berwirausaha dan mencari kerja, kurangnya keahlian/skill,dll. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat yang belum dapat dititik puncaknya, masih banyaknya masyarakat indonesia yang dibawah garis kemiskinan, masih maraknya kriminalitas.
            Dilihat dari sebab-sebabnya, seharusnya pemerintah membuka rumah sosial untuk menampung masyarakat Indonesia yang unskill menjadi skill, mendorong masyarakat untuk berwirausaha contohnya bekerjasama dengan pihak bank untuk dimudahkannya proes peminjaan uang untuk dana berwirausaha, adanya sosialisasi tentang berwirausaha yang merata. Namun, kita sebagai masyarakat pun harus mendukung dan membantu pemerintah atau saling bersinergi untuk menurunkan pengangguran, dengan cara membuka seminar umum untuk masyarakat seperti “bagaimana berwiausaha” dan lain lain, atau dengna membuka rumah sosial untuk mengajarkan keterampilan, atau bahkan masyarakat itu sendiri harus mengambil sekolah keterampilan untuk mendukung pekerjaan, dengan begitu petumbuhan ekonomi pun akan bertambah pesat, dan kesejahteraan Indonesia pun akan semakin dirasakan oleh masyarakat indonesia itu sendiri.

Senin, 04 Mei 2015

            


 Kali ini saya  ingin membagi pikiran saya kepada kalian hal yang tidak pernah luput perhatiannya dari kehidupan dan sekitar kita jalani yaitu soal kemiskinan. Bicara soal kemiskinan, mungkin seluruh umat dimuka bumi ini tahu apa definisi dari kemiskinan, dan negara kita pun termasuk dalam negara termiskin ke-68 se-dunia ini bukan hal yang patut kita banggakan, dari sini kita dapat melihat pendapatan per kapita masih rendah dan berati masih banyak masyarakat indonesia yang belum sejahtera, makmur dan sentosa. dengan kita melihat umur indonesia yang akan memasuki tahun ke-70, indonesia seharusnya sudah bisa menjadi negara maju, kita bisa lihat dari sumber daya alam indonesia yang sangat unik, luas, gemah rimpah, seharusnya indonesia bisa menjadi negara maju yang cepat, dengan didasari atas peningkatan kualitas sumber daya manusia pun harus mendukung. Jika tidak, ya seperti sekarang ini indonesia akan selalu menjadi negara berkembang, dan sumber daya alam akan di nikmati oleh mayoritas negara asing , sedangkan kita hanya menerima 1% bahkan 0,1....%. padahal kita memiliki banyak sektor untuk dijadikan sebuah sumber penghasilan dan bahkan dapat membayar semua untang-utang negara kita, terlebih sangat amat miris ketika saya membacara artikel dari http://www.academia.edu/9231275/Pengelolaan_Sumberdaya_Alam_Di_Indonesia_Tinjauan_Politik_Ekonomi_Islam yang menyakatakan bahwa:



Bisa kita lihat dari kutipan tersebut bahwa negara kita sangatlah mengenaskan, kita memiliki banyak sumber yang dapat kita gali dan berpotensi untuk lebih baik lagi dari keadaan yang ruwet sekarang ini. Kemiskinan dimana-mana, ekonomi yang tidak stabil dan lebih tidak memihak kepada kalangan masyarakat bawah. Lalu siapa yang berhak dan wajib membenahkan perekonomian serta kemiskinan Negara Indonesia ini? Jawabnya, KITA SEMUA! Kita semua memiliki bagian masing-masing dalam peran meningkatkan ekonomi Indonesia. Tentu pemerintah juga berperan, SANGAT BERPERAN. Sebagai warga Indonesia yang baik dan pintar, kita tidak hanya bisa menuntut dan menuntut saja kepada Pemerintah agar memperbaiki ekonomi negara Ini, namun kita juga harus menuntut diri kita untuk juga berperan dan mengambil andil hak dan kewajiban kita sebagai Warga Negara Indonesia. Sebagai pelajar, tuntutlah Ilmu yang benar dan tingkatkan kualitas generasi anak Indonesia, karena kelak akan menjadi penerus bangsa, dan pemerintah pun berperan dalam pendidikan untuk mengatur sistem pendidikan yang efisien dan efektif, memang tidak akan dirasakan saat itu. namun, kelak akan kita rasakan saat pelajar-pelajar tersebut yang memimpin negara kita. Lalu masyarakat juga dapat berperan dengan cara membuka usaha tidak lagi bergantung , dengan begitu banyak kesempatan untuk menerima lowongan kerja, bagi pemerintah berperan dalam membuat pengembangan diri bagi masyarakat yang memulai untuk mencoba bisnis atau membangun usaha sendiri, Dan banyak lainnya.

                Kemiskinan bukanlah hal yang mutlak, maksudnya tidak semua orang yang dalam kemiskinan akan selalu dalam kemiskinan, jika memang ingin dan mengerahkan usaha yang terbaik pasti akan berbuah manis dan keluar dari zona kemiskinan. Gali kemampuan kita dengan melihat kesempatan didepan, banyak sumber yang dapat kita gali, tinggal bagaimana kita saja. Jangan sampai, kekayaan alam indonesia akan selalu dinikmati oleh pihak yang seharusnya tidak menikmatinya. Kita bisa lihat fenomena dari tahun-ketahun, pt.freeport telah menjajah dan menggaruk kekayaan alam Indonesia yaitu Emas, sudah berjalan selama 14tahun. Sampai kapan, mereka akan terus menikmati dan menggaruk kekayaan kita. Sedangkan kita hanya menerima kerusakaan alam Indonesia yang dibuatnya. Seharusnya pun pemerintah tidak melanjutkan kontrak terhadap perusahaan tersebut, keputusan yang sangat disayangkan. Maka kita sebagai warga indonesia kelak dapat mengambil hak dan kewajiban kita atas sumber daya alam kita. Semoga akan dapat mengolah sendiri sumber daya alam indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai Negara Maju yang tidak lagi dijajah oleh pihak asing. Jika dulu pahlawan-pahlawan kita dapat mengusir belanda dan jepang hanya dengan bambu runcing, kenapa kita tidak bisa? Padahal kini banyak tekhnologi maju dan serba mudah. Berarti tinggal diri kita sendiri yang mau atau tidak memberantas kemiskinan di Indonesia dan menjadikannya Indonesia menjadi Negara Maju.

                  Kemiskinan bagi saya bukan hanya persoalaan kesejahteraan masyarakat yang masih kurang dirasakan oleh banyak warga negara, tapi kemiskinan merupakan persoalan tentang minimnya negara kita menonjolkan siapa jati diri negara kita, warga negara justru bangga mengikuti kebudayaan-kebudayaan orang asing, dan menganggap kebudayaaan kita justru sudah tidak jaman lagi. generasi muda yang mengikuti pergaulan orang asing. kita boleh saja mengikuti pola hidup orang asing, namun alangkah baiknya tentang yang baik-baik saja, seperti kedisplinanya, kepintarannya. bukan, mengikuti hal yang buruk-buruk. secara tidak langsung Warga negara indonesia telah diremoti oleh para bangsa asing. sampai kapan mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan penjajahan itu putus dari negara kita, jika bukan dari diri kita sendiri sebagai warga Indonesia yang cinta akan Indonesia! sampai kapan indonesia terbang melaju ke Negara Maju dan berdiri sendiri di kaki Ibu pertiwi, bukan lagi berdiri dari sayap- sayap orang asing.

Jumat, 03 April 2015

Perbandingan Perekonomian Liberalisme, sosialis dan Campuran

Ekonomi Liberal
            Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa  dan Amerika Serikat.
Negara-negara penganut paham liberal di Eropa yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.
Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru.
Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·                 Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
·                 Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
·                 Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
·                 Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
·                 Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
·                 Persaingan dilakukan secara bebas.
·                 Peranan modal sangat vital.
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
·       Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·       Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·       Munculnya persaingan untuk maju
·       Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
·       Efisiensi dan efektivitas tinggi karna setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
·   Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·   Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·   Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
·   Sering terjadi gejolak dalam perekonomian Sistem Ekonomi Sosial
Sistem Ekonomi Campuran
            Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah bekas negara non-blok, mayoritas berada di Asia dan Afrika.
seperti : Indonesia, Mesir, Malaysia
.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·  Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·  Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·  Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·  Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kebaikan sistem ekonomi campuran
·  Kebebasan berusaha
·  Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
·  Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
·  Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
·  Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan.


Sistem Ekonomi Sosialis
            Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme. Negara penganut sistem perekonomian sosialism adalah Negara komunis (Cina, Korea Utara dan Rusia)
            Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kam kapitalis atau kam borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh.
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
·  Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
·  Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
·  Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
·  Peran pemerintah sangat kuat
·  Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·  Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

Prinsip Sistem Ekonomi Sosial
·  Pemilikan Harta oleh Negara
·  Kesamaan Ekonomi
·  Disiplin Politik

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosial
1)    Disediakannya kebutuhan pokok
2)    Didasarkan perencanaan Negara
3)    Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosial
1.  Sulit melakukan transaksi
2.  Membatasi kebebasan
3.  Mengabaikan pendidikan moral


Pendapat saya, Nur Apriliani Mulyasari dalam menanggapi soal sistem  perekonomian. Menurut saya, tidak ada sistem perekonomian yang sempurna, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Karna masing masing dari sistem perekonomian memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, dalam penentuan memakai sistem perekonomian mana yang lebih baik tergantung dari asas negara itu sendiri. Dan dilihat dari negara maju atau berkembangkah ? dan dilihat dari masyarakat di negara itu sendiri, karena sistem perekonomian dicetuskan untuk masyarakat agar terjamin kesejahteraaannya, kemakmurannya dll. Maka dari itu suara dari masyarakat pun juga penting.