Sabtu, 08 November 2014

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN


BAB I
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN KEADILAN

            Menurut kamus umum bahasa indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta, kataadil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
            Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung tersebut menyangkut dua orang atau benda. Dan kedua orangtersebut atau kedua benda tersebut harus mepunyai porsi atau ukuran yangsama itu yang dinamakan adil dan jika tidak seukuran itu namanya ketidaladilan. Arti mudahnya keadilan adalah tidah berat sebelah atau bisa di sebutdengan sama.Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernahmengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuanyg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendalanya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknishingga bahkan sikap moral.

            Menurut Plato, keadilan merupakan proyeksi pada diri manusia sehinggaorang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal.

            Menurut secorates, keadilan merupakan proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pemimpin pokok yang menentukan dinamika masyarakat.Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.


B.     KEADILAN SOSIAL

            Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.

            5  Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

1.      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
2.      Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
3.      Sikap suka bekerja keras.
4.      Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

            Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :

1.      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan  kaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.


C.    MACAM-MACAM KEADILAN

a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
            Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.

b)   Keadilan Distributif
            Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

c)   Komutatif
            Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.


D.    KEJUJURAN

            Jujur atau kejujuran berati apa yang dikatakan seseorang sesuai denganhati nuranimya, jujur berarti juga seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama dan hukum, untuk itu dutuntut satukata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatanya. 

            Jujur berarti pula menepati janji atau menepati sanggupan, baik yang telah terlahir dalam kata-kata maupun apa yang masih di dalam hati (niat).Jadi seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai dirinya sendiri.Apabila niat itu terlahir dari kata-kata, padahal tidak di tepati makakebohonganya di saksikan oran lain.Jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta mensucikan,lagi pula membuat luhurnya budi pekerti. Teguhlah pada kebenaran, sekalipunkejujuran dapat menikammu, serta jangan pula mendusta, walaupun dustamumenguntungkan


E.     KECURANGAN
           
            Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
            Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
            Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek kebudayaan
3.      Aspek peradaban
4.      Aspek tenik
           
            Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia.
           
            Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk.


F.     PEMULIHAN NAMA BAIK
           
            Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
           
            Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik.
           
            Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.


G.    PEMBALASAN
           
            Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
           
            Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat.
           
            Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain.
            Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.



BAB II
PENGALAMAN

            Menurut paham saya, keadilan bagi manusia itu semu, kenapa demikian? Karena keadilan manusia dipertimbangkan atas kepentingan pribadi atau kepentingan keluarganya. Karena keadilan yang seadil-adilnya hanyalah milik Tuhan. Pernah merasa dalam kehidupan itu tidak adil, atau bahkan seperti hidup tidak ada peruntungannya, yang ada hanya ‘rugi’ ‘rugi’ ‘rugi’ tapi untuk apa kita memikirkan hal yang memang sudah kodratnya, keadilan bagi manusia itu semu.

            Contohnya saja, keadilan pada negara ini dalam masa hukuman dan tindakan penegak keadilan serta masyarakat terhadap tersangka ‘’korupsi’’ dengan tersangka ‘’pencuri sendal’’ mengapa si tersangka korupsi lebih dilindungi bahkan hanya dijerat hukuman penjara dan denda uang, sedangkan tersangka pencuri sendal, harus di hajar sana sini hingga babak belur? Adilkah?

            Padahal koruptor merugikan negara, apalagi rakyat! Bahkan lebih tragisnya, koruptor hanya di jatuhi kurungan tahanan hanya 4 sampai 5 tahun? Apa gak kurang? Dan kita juga tidak tahu perlakuan penegak hukum saat si tersangka koruptor ini di penjara? Di penjara di sel tahanan atau motel? Yaaa yang kita tahu dari kasus sebelumnya saja.

            Sedangkan untuk tersangka hal yang notabennya dibawah level koruptor, lebih lama kurungan penjaranya, apa ini yang dinamakan keadilan? Atau keadilan itu harus diliat berapa banyak orang tersebut memiliki harta? Uang? Tahta?


            Pada kenyataanya seperti itu, Uanglah yang bergerak! Siapa yang punya Tahta, harta, dialah yang berkuasa. Pelik sekali kalo kita bahas tentang keadilan dalam kehidupan ini.

Minggu, 02 November 2014

MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB

BAB I
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TANGGUNGJAWAB
            Tanggungjawab menurut kamus bahasa adalah keadaan wajib menanggung sesuatunya. Jadi menurut bahasa Indonesia, Tanggungjawab adalah berkewajiban menanggung , memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menangung akibatnya.
            Jadi, tanggung jawab bisa kita artikan yaitu kesadaran manusia dalam melakukan sesuatu atau perbuatannya secara sadar (sengaja) maupun tidak sadar (tidak sengaja). Tanggung jawab juga merupakan perwujudan kesadarannya atas perbuatannya.
            Hubungan manusia dengan tanggungjawab itu bisa kita lihat, bahwa hal itu saling terkait satu sama lainnya. Karena disetiap tingkah laku manusia lakukan/perbuat pasti ada hal yang harus dipertanggungjawabkan, mau tidak sengaja maupun tidak sengaja. Jika manusia tidak memiliki rasa tanggungjawab maka tidak ada kesadaran penuh dalam dirinya dalam melakukan sesuatu hal atau bisa kita sebut sebagai manusia yang tidak amanah.
            Tanggungjawab dalam kehidupan manusia sangatlah banyak, mulai dari hal kecil hingga hal besar pasti manusia memiliki tanggungan/beban yang mesti ia pertanggungjawabkan. Perbedaanya hanya bagaimana manusia menyelesaikan/ menghadapinya dalam menanggungjawabkan sesuatu.
            Dan setiap manusia memiliki tanggungjawab yang berbeda, contoh seperti di dalam keluarga, tanggungjawab sebagai ayah akan sedikit berbeda dengan tanggungjawab sebagai ibu, dan akan beda pula tanggungjawab sebagai anak. Ayah dalam keluarga bertanggungjawab untuk menuntun keluarganya, menafkahi keluarganya,mendidik anak, sedangkan anggung jawab sebagai ibu, ibu harus mengurus rumah tangga, mendidik penuh anak, dan mengurus suami. Sedangkan anak bertangunggjawab untuk belajar sungguh-sungguh, membantu orangtua, dll.
            Jika manusia tidak bertanggungjawab atas apa yang dia perbuat maka akan ada rasa kegelisahan pada hidupnya. Karena tanggungjawab adalah sebuah amanah yang mesti kita jalankan. Tanggungjawab adalah sifat kodrati artinya sudah bagian kehidupan manusia,bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggungjawab. Bila tidak mau bertanggungjawab makan ada pihaklain yang akan memaksa untuk bertanggungjawab.
            Tanggungjawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadian atau pengorbananya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadarannya bertangugng jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

B.     MACAM-MACAM TANGGUNGJAWAB
            Tanggugjawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggungjawab, yaitu:
a)      Tanggungjawab terhadap Diri Sendiri
            Tanggungjawab terhadap diri sendiri adalah tanggungjawab yang kesadarannya sangat dasar, karena jika manusia bisa bertanggungjawab atas diri sendiri maka kesadaran atas tanggungjawab lainnya akan bisa terlaksanakan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran  setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahkluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi.
b)      Tanggungjawab terhadap keluarga
            Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada kelaurganya, dan setiap keluarga memiliki peran peran dalam berkeluarga yang berbeda-beda,maka tanggungjawab tiap anggota keluarga pun brbeda-beda. Tanggungjawab terhadap keluarga ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggungjawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan,  dan kehidupan dalam berkeluarga.
c)      Tanggungjawab terhadap Masyarakat
            Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa pada hakekatnya manusia tidak bisa berdiri sendiri, manusia membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, bisa kita sebut juga, manusia merupakan mahkluk yang berbudaya.
            Dengan hakekat manusia yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, maka manusia mau tidak mau akan berkomunikasi oleh orang lain atau masyarakat sekitarnya. Dengan begitu manusia termasuk dalam anggota masyarakat dilingkungannya, maka manusia juga mempunyai tanggungjawab sebagai masyarakat lainnya dalam lingkungannya sebagai anggota masyarakat tersebut.
            Contoh tanggungjawab dalam kemasyarakatan itu seperti, kita sebagai anggota masyarakat harus ramah tamah terhadap orang-orang sekitar mau kita tidak kenal maupun kita kenal, tunduk terhadap aturan-aturan yang dibuat oleh petinggi di daerah tersebut, dan juga ikut serta atau peran serta dalam kegiatan masyarakat sekita seperti: gotong royong, bedah desa dll, yang di buat oleh masyarakat sekitar.
d)     Tanggungjawab terhadap Negara/Bangsa.
            Sama halnya tanggungjawab dalam bermasyarakat, tanggungjawab terhadap negara/bangsa juga seperti itu, hanya cangkupan saja yang lebih luas, bangsa adalah kumpulan masyarakat dalam suatu negara. Jadi masyarakat yang lebih luas.
            Karena manusia adalah mahkluk yang berbudaya, maka antara masyarakat satu dengan yang lainnya saling membutuhkan, meskipun ada perbedaan dari segi kepercayaan, kebudayaan, atau kebiasaan, namun memiliki satu tujuan yaitu kebersamaan, kesejahteraan, dll. Maka dalam suatu negara dibuatlah peraturan-peraturan untuk tidak terjadi diskriminasi dalam suatu masyarakat luas ini, dan kita sebagai bangsa negara tersebut harus tanggungjawab juga dalam membangun negara dengan mengikuti peraturan-peraturan yang dibuat oleh petinggi negara.
            Oleh sebab itu, manusia memiliki peran penting dalam mengurus negara, karena pada akhirnya keputusan-keputusan yang dibuat oleh petinggi negara untuk membuat kesejahteraan, kemaslahatan, dan kebersamaan terhadap bangsa negara tersebut. Bisa kita sebut dengan dari rakyat, pada rakyat untuk rakyat.
            Dengan begitu, petinggi negara tidak bisa wewenang sendiri atau mengambil keputusan dari kepentingan pribadinya.
e)      Tanggungjawab terhadap Tuhan
            Jika kita membicarakan tanggungjawab terhadap Tuhan sangatlah kompleks. Tuhan yang memberikan kita kehidupan, kenikmatan, kesulitan dan lain sebagainya. Dan Tuhan mengutus kita ke Bumi bukanlah hanya sekedar mengutusnya, tapi kita diutus oleh Tuhan untuk sebagai Khalifah dibumi ini, untuk merawat bumi ini, menjaga baik bumi ini.
            Nah, itulah tanggungjawab kita sebagai manusia terhadap TuhanNya. Bukan hanya itu tanggungjawab kita terhadap Tuhan juga seperti bersyukur kepada Tuhanya, dan bersikap baik serta menjalankan yang diperintah oleh TuhanNya, sebagai tanggungjawab kita sebagai hamba Tuhan.

       C.   PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
            Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
            Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya adlah rasa tanggung jawab.
Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Suatu pemberian nyang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama.
            Perbedaan antara pengabdian dan penorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
            Jadi, dari sebuah pertanggung jawaban yang kita lakukan, pasti terdapat sebuah pengabdian dan pengorbanan yang dilakukan.




       D.   HUBUNGAN MANUSIA DAN TANGGUN JAWAB     
            Tanggung jawab merupakan sesuatu yang mendampingi hak asasi manusia sejak lahir.dapat kita lihat tanggung jawab mengandung 2 unsur kata yaitu menangggung dan menjawab.
            menanggung sendiri yaitu memikul sesuatu baik nyata ataupun tidak sedangkan menjawab adalah sesuatu hasil yang mutlak dari sebuah reaksi manusia dalam merespon sesuatu disekitarnya.dapat diartikan tanggung jawab adalah sesuatu yang ditanggung dan harus dilakukan oleh manusia bauk terlihat maupun tidak terlihat.tanggung jawab sendiri erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia maka dari itu diperlukan sebuah tekad untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.

Contoh sehari-hari sebuah tanggung jawab yaitu: 
Seorang anak yang telah menerima hak untuk disekolahkan oleh orang tuanya maka harus belajar dengan giat dan menjadi seorang siswa/siswi yang berprestasi 
TUHAN menciptakan manusia ke dunia dan memberikan hak untuk hidup namun manusia tersebut harus taat dan mematuhi larangannya agar tetap selamat. 

            Maka dari itu dalam kehidupan sehari-hari manusia harus bertanggung jawab dengan apa yang ia buat dan apa yang ia terima untuk itulah diperlukan pandangan hidup dan keadilan mendapatkan hak asasi agar seseorang dapat terus menjalankan tanggung jawab tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PENGALAMAN PENULIS

            Jika kita membicarakan sebuah tanggungjawab sangatlah kompleks dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.Contoh saja, dilihat dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa, berarti tanggungjawab saya adalah untuk fokus belajar dimasa perkuliahan ini dan lulus dengan nilai terbaik, dengan belajar yang rajin tidak main-main dan sebagainya.
            Sedangkan dari sudut pandang saya sebagai anak, maka tanggungjawab saya adalah bagaimana caranya saya membahagiakan kedua orangtua kelak, selain belajar saya juga harus mencari jalan bagaimana untuk sukses agar membahagiakan kedua orangtua saya. Bagaimana saya membalas jasa kedua orangtua saya, dll.
            Sedangkan dari sudut pandang saya dari keluarga, saya adalah anak paling kecil dikeluarga, maka tanggungjawab saya itu bagaimana saya menaikan derajat kedua orangtua saya,tidak dipandang remeh, tidak dpandang anak yang manja, dll sebagainya.
            Dan sedangkan menurut sudut pandang saya dari diri sendiri, saya bertanggungjawab untuk merancang masa depan saya yang indah, dan mewujudkannya untuk membahagiakan diri saya sendiri, kedua orangtua saya serta keluarga saya.
            Dan terakhir tanggungjawab saya kedapa Tuhan yang Maha esa, saya bertanggungjawab untuk menajalankan segala apa yang diperintahka Tuhan saya, dan menjahui segala larangannya.

            Bicara soal tanggungjawab sangatlah mudah dan semua orang pun tahu apa tanggungjawab mereka untuk keluarga, dirisendiri, TuhanNya dll sebagainya, namun yang sulit adalah sikap kita menjalaninya, menanggung segala apa yang harus kita tanggungjawabnkan, melakukan apa yang disebut itu tanggungjawab sangatlah sulit, namun bukan berarti tidak bisa.

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A.    PENGERTIAN KEGELISAH
            Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merawa kwatir, tidak tenang, tidak  sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang meggambarkan seseorang tidak tentram hatinya maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
            Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain.
            Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.

B.     Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia
            Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bawa ada tiga macam kecemasan yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektid) kecemasan neurotic dan kecemasan moril.
a)      Kecemasaan Objektif
            Kecematan tentang kenyataaan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorangyang mengancam ntuk mencelakaakaknnya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.
            Sebagai contoh, jika seorang wanita yang pernah trauma dengan kecoa, maka dia akan cenderung takut jika melihat kecoa. Namun ada orang dengan reaksi membalik. Karena ia mendendam maja ua berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagi pelampiasannya. Misalnya seperti ayng ada di Film Forbidden Party, a.k.a Invitation only.


b)      Kecemasan Nerotis (Syaraf)
            Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan id nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelusan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjaid.
c)      Kecemasaan Moril
            Kecemasan moril sidebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antara lain: iri, benci dendam dengki dan marah gelisah cinta dan rasa kurnag percaya diri.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang canntik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan segingga kawan kawannya lebih diniliai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulakan kecemasan moril
C.    Sebab-sebab Orang Gelisah
1.      Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
2.      Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
3.      Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
4.      Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

D.    Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
            Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.
a.      Keterasingan
            Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
b.      Kesepian
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian. Karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
E.     PENYEBAB KESEPIAN
Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor penyebab dari kesepian, yaitu :
a.)    Faktor Psikologis
            Kesepian ini disebabkan oleh kenyataan adanya keterbatasan keberadaan manusia yang disebabkan oleh terpisahnya seseorang dengan orang-orang lain, sehingga tidaklah mungkin baginya untuk berbagi perasaan dan pengalamannya dengan orang lain.
Pengalaman traumatis hilangnya orang-orang terdekat, Hilangnya seseorang yang sangat dekat dengan individu secara tiba-tiba tanpa bisa dihindari seringkali dianggap sebagai penyebab kesepian. Kurangnya dukungan dari orang lain.
            Kesepian dialami oleh mereka yang merasa tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka yang mengalami kesepian manganggap diri mereka sebagai orang yang diremehkan dan ditolak lingkungannya.Adanya masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan
Bila seseorang merasa harga dirinya terganggu, ia akan menghilangkan semangatnya dan merasa kosong serta menghindar untuk mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
            Kurangnya rasa percaya diri,Meskipun individu dapar melakukan hubungan sosial dengan baik, namun ia merasa bahwa lingkungan disekitarnya kurang melibatkannya, sehingga menyebabkan individu merasa kesepian, ia hanya dapat berhubungan sosial secara formalitas saja.
            Kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan,Orang-orang yang menjengkelkan, seperti pemarah, terlalu patuh dan tidak mempunyai kemampuan bersosialisasi akan dihindari dari lingkungannya, sehingga mereka merasa kesepian.
            Ketakutan untuk menanggung resiko sosial,Individu ini takut terlalu dekat dengan orang lain, bercerita banyak, sehingga mereka yang kesepian akan melihat kedekatan sosial sebagai sesuatu yang berbahaya dan penuh resiko.
b.)    Faktor Sosiologis
            Takut dikenal orang lain,Individu merasa takut dikenal oleh orang lain, sehingga hal tersebut menghilangkan kesempatannya untuk berhubungan dekat dengan orang lain.
Nilai-nilai yang berlaku pada lingkungan sosial.Nilai-nilai yang dianut masyarakat seperti privacy, kesuksesan dapat menyebabkan seseorang merasa kesepian karena ia merasa terikat oleh nilai-nilai tersebut.
            Kehidupan di rumah,Rutinitas di rumah seperti adanya jam makan, keributan di rumah dan kebiasan lainnya juga akan menyebabkan seseorang merasa kesepian karena kejenuhan.
            Perubahan pola-pola dalam keluarga,Kehadiran orang lain dalam keluarga akan menyebabkan terganggunya hubungan dengan anggota keluarga lain.
            Pindah tempat,Seringnya pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menyebabkan seseorang tidak dapat menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
            Terlalu besarnya suatu organisasi,Terlalu banyak orang di sekeliling individu akan menambah perasaan terisolasi. Hal ini akan membuat individu sulit untuk mengenal satu sama lain.
            Desain arsitektur bangunan,Bentuk bangunan yang canggih juga berpengaruh terhadap interaksi sosial. Hal ini mengingat bangunan-bangunan dapat menyebabkan masyarakat menjadi individualistis di mana interaksi sosial menjadi terbatas.
Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan bahwa kesepian dapat disebabkan karena lima hal, yaitu :
Interpersonal Problems
Hal ini disebabkan karena subjek kehilangan orang-orang terdekatnya atau memutuskan hubungan dengan orang lain (berpisah atau bercerai).
Social Shock
Masalah-masalah sosial seringkali membawa dampak negatif, terutama pada masyarakat perkotaan (urban society) seperti pengangguran.
Culture Shock
Setiap kebutuhan memiliki ciri-ciri khas masing-masing. Ketika individu pindah ke tempat baru maka perbedaan budaya antara tempat asal dan tempat individu sekarang dapat menimbulkan masalah-masalah lain, tidak terkecuali kesepian.
Cosmic Problems
Hal ini berkaitan dengan eksistensial manusia atas apa yang sesungguhnya diinginkan dari kehidupan yang dijalaninya.
Psychological Problems
Masalah-masalah psikologis merupakan sebab potensial yang dapat menimbulkan kesepian, terutama bila individu yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah terus-menerus larut dalam kesedihan.
F.     Ketidakpastian
            Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang,termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
            Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.
G.    Penyebab Ketidakpastian
penyebab ketidak pastian adalah tidak ada yang sama di dunia ini, dan juga kemampuan manusia yang terbatas untuk memastikan sesuatu hal yang ada, serta kekuasaan tiada batas yang dimiliki Allah SWT, dimana setiap manusia tidak akan mengetahui kehendak-Nya.
H.    Usaha Mengatasi Ketidakpastian

Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakpastian yakni bersiap-siap terlebih dahulu, merencanakan segala sesuatunya dengan matang, dan juga berdo’a agar apa yang diinginkan tercapai.