Kamis, 11 Juni 2015

Pengangguran di Indonesia

            Setelah saya membahas tentang perekonomian Indonesia, kini lagi-lagi saya ingin memposting tentang yang bersangkutan dengan perekonomian  Indonesia, dampak jelas dari perekonomian Indonesia yang sangat memperhatinkan, ya dampak jelas dari perekonomian yang tidak stabil dan labil membuat banyak Pengangguran dimana-mana.
            Di area globalisasi ini sangatlah kompetitif dalam persaingan mencari kerja, bukan hanya gelar yang dilihat namun instansi perguruan tinggi pun dilihat oleh pihak pembuka lapak kerjaan dan tidak sedikit lebih menomorsatukan lulusan luar negeri. Namun memang itu hukum alam, tinggal kitanya saja kapan akan menjadi warga negara indonesia yang mandiri, kalau bisa justru orang asing yang berkerja dengan kita. Memang zaman modern seperti ini, hidup harus keras dan tidak bisa bergantung dengan orang lain, selain dengan Tuhan yang maha Esa. Nah, itu permasalahannya, pengangguran di Indonesia disebabkan oleh warga Indonesia yang “tabu” dengan berwirausaha. Banyak alasan yang membuat mereka tidak ingin mencoba wirausaha “ saya takut gagal” “gak ada modal” “ masa gelar tinggi jadinya jualan” “waaah, bukan passion saya” dan lain sebagainya. Padahal, untuk memulai sesuatu itu memang tidak mudah, layaknya mencari kerja, dan berkerja disuatu perusahaan, untuk mendapatkan jabatan tinggi harus memiliki pengalaman kerja berbelas-belas tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, anda baru bisa mendapatkan jabatan tinggi di suatu perusahaan. Semua pekerjaan sama saja, diawal selalu lebih sulit dan baru dirasakan enak setelah melewati sebuah proses.
            Pengangguran di Indonesia semakin meningkat tiap tahun, dan peningkatan lapangan kerja tidak berbanding lurus dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, khususnya untuk penduduk yang siap kerja. Seperti artikel yang saya dapat :
“JAKARTA. Pemerintah tampaknya gagal mengatasi pengangguran karena jumlahnya akan meningkat tahun ini. Sepanjang bulan Februari hingga Agustus 2014, jumlah pengangguran di Indonesia bertambah 0,09 juta orang dari 7,15 juta orang meningkat 7,24 juta orang. Dengan jumlah ini, tingkat ini diprediksi akan bertambah karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di 5,01%
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 121,87 juta orang, yang meningkat dari Agustus tahun 2013 sebesar 120,17 juta orang. Tetapi peningkatan ini juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka Februari hingga Agustus 2014 sebesar 5,70% naik 5,94%.
Meski terjadi peningkatan pengangguran tahun ini, pemerintah sepertinya dapat berbangga hati karena dibanding Agustus tahun lalu, tingkat pengangguran berkurang 0,17% dari 7,41 juta orang menjadi 7,24 juta orang. Ini berarti sebanyak 6,17% orang yang menganggur turun menjadi 5,94%.”

            Walaupun pengangguran agustus di tahun 2014 menurun daripada agusutus tahun 2013, itu juga dikarenakan adanya pemilu pada tahun 2014 yang membuat banyak diperlukannya pekerja dalam bidang “percetakan” contohnya, dan lain lain. Dan akan diprediksi bahwa pengagguran akan meningkat tahun ini, sangat amat miris untuk kita terima, karena berarti banyak warga indonesia yang masih pontang pantung mencari rejeki, akan meningkatnya kriminalitas, akan meningkatnya tingkat stres.sebaiknya pemerintah HARUS FOKUS MEMBENAHI PERTUMBUHAN EKONOMI agar semakin tumbuh pesat! Bukan BLUSUKAN ke daerah-daerah! Prioritaskanlah yang penting untuk mencakup kesejahteraan mayoritas indonesia, bukan blusukan yang menurut saya bisa ditugaskan oleh pihak lain.terlebih lagi dengan adanya AFTA ditahun 2015 ini, saya pikir pengangguran akan semakin melebar, karena dengan adanya AFTA tenaga kerja Indonesia bukan hanya bersaing dengan WNI tapi juga dengan warga negara asia, menurut saya pemerintah salah jalan dalam menyetujui adanya AFTA, dengan dilihatnya Potensi dari Indonesia sendiri yang masih sangat minus dibandingkan dengan negara asia lainnya. Dari segi pendidikan contohnya? Indonesia tertinggal jauh. Pola pikir masyarakat yang mayoritasnya masih “closed minded” jadi menurut saya penyetujuan AFTA sangatlah disayangkan, karena lagi-lagi tidak berpihak pada mayoritas masyarakat Indonesia, lebih banyak masalah yang akan timbul nantinya. Ini tugas pemerintah untuk membuka lapangan kerja baru, bukan membeli mobil dinas baru! ini tugas pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat indonesia! Bukan, mensejahterakan penjabat-penjabat gelap yang haus uang rakyat!
Lagi-lagi keputusan pemerintah tidak mempihak pada mayoritas masyarakat Indonesia, lagi-lagi mengecewakan!
            Sebagai warga negara Indonesia yang Mandiri, Cerdas, dan Pintar kita tidak bisa bergantung pada pemerintah yang tidak lagi memihak pada rakyat kecil, sudah saatnya kini warga negara indonesia membangun negara kita ditangan kita sendiri, dengan membuka usaha sendiri! Dengan begitu, akan ada lapangan kerja bagi warga negara kita sendiri yang membutuhkannya. Karena, sebab-sebab meningkatnya penganggruan akibat dari lapangan pekerjaan yang sempit, sehingga persaingan mencari kerja sangatlah kompetitif, sering kali adanya nepotisme, PHK dikarenakan perekonomian yang tidak stabil, besarnya rasa malas masyarakat untuk berwirausaha dan mencari kerja, kurangnya keahlian/skill,dll. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat yang belum dapat dititik puncaknya, masih banyaknya masyarakat indonesia yang dibawah garis kemiskinan, masih maraknya kriminalitas.
            Dilihat dari sebab-sebabnya, seharusnya pemerintah membuka rumah sosial untuk menampung masyarakat Indonesia yang unskill menjadi skill, mendorong masyarakat untuk berwirausaha contohnya bekerjasama dengan pihak bank untuk dimudahkannya proes peminjaan uang untuk dana berwirausaha, adanya sosialisasi tentang berwirausaha yang merata. Namun, kita sebagai masyarakat pun harus mendukung dan membantu pemerintah atau saling bersinergi untuk menurunkan pengangguran, dengan cara membuka seminar umum untuk masyarakat seperti “bagaimana berwiausaha” dan lain lain, atau dengna membuka rumah sosial untuk mengajarkan keterampilan, atau bahkan masyarakat itu sendiri harus mengambil sekolah keterampilan untuk mendukung pekerjaan, dengan begitu petumbuhan ekonomi pun akan bertambah pesat, dan kesejahteraan Indonesia pun akan semakin dirasakan oleh masyarakat indonesia itu sendiri.

Senin, 04 Mei 2015

            


 Kali ini saya  ingin membagi pikiran saya kepada kalian hal yang tidak pernah luput perhatiannya dari kehidupan dan sekitar kita jalani yaitu soal kemiskinan. Bicara soal kemiskinan, mungkin seluruh umat dimuka bumi ini tahu apa definisi dari kemiskinan, dan negara kita pun termasuk dalam negara termiskin ke-68 se-dunia ini bukan hal yang patut kita banggakan, dari sini kita dapat melihat pendapatan per kapita masih rendah dan berati masih banyak masyarakat indonesia yang belum sejahtera, makmur dan sentosa. dengan kita melihat umur indonesia yang akan memasuki tahun ke-70, indonesia seharusnya sudah bisa menjadi negara maju, kita bisa lihat dari sumber daya alam indonesia yang sangat unik, luas, gemah rimpah, seharusnya indonesia bisa menjadi negara maju yang cepat, dengan didasari atas peningkatan kualitas sumber daya manusia pun harus mendukung. Jika tidak, ya seperti sekarang ini indonesia akan selalu menjadi negara berkembang, dan sumber daya alam akan di nikmati oleh mayoritas negara asing , sedangkan kita hanya menerima 1% bahkan 0,1....%. padahal kita memiliki banyak sektor untuk dijadikan sebuah sumber penghasilan dan bahkan dapat membayar semua untang-utang negara kita, terlebih sangat amat miris ketika saya membacara artikel dari http://www.academia.edu/9231275/Pengelolaan_Sumberdaya_Alam_Di_Indonesia_Tinjauan_Politik_Ekonomi_Islam yang menyakatakan bahwa:



Bisa kita lihat dari kutipan tersebut bahwa negara kita sangatlah mengenaskan, kita memiliki banyak sumber yang dapat kita gali dan berpotensi untuk lebih baik lagi dari keadaan yang ruwet sekarang ini. Kemiskinan dimana-mana, ekonomi yang tidak stabil dan lebih tidak memihak kepada kalangan masyarakat bawah. Lalu siapa yang berhak dan wajib membenahkan perekonomian serta kemiskinan Negara Indonesia ini? Jawabnya, KITA SEMUA! Kita semua memiliki bagian masing-masing dalam peran meningkatkan ekonomi Indonesia. Tentu pemerintah juga berperan, SANGAT BERPERAN. Sebagai warga Indonesia yang baik dan pintar, kita tidak hanya bisa menuntut dan menuntut saja kepada Pemerintah agar memperbaiki ekonomi negara Ini, namun kita juga harus menuntut diri kita untuk juga berperan dan mengambil andil hak dan kewajiban kita sebagai Warga Negara Indonesia. Sebagai pelajar, tuntutlah Ilmu yang benar dan tingkatkan kualitas generasi anak Indonesia, karena kelak akan menjadi penerus bangsa, dan pemerintah pun berperan dalam pendidikan untuk mengatur sistem pendidikan yang efisien dan efektif, memang tidak akan dirasakan saat itu. namun, kelak akan kita rasakan saat pelajar-pelajar tersebut yang memimpin negara kita. Lalu masyarakat juga dapat berperan dengan cara membuka usaha tidak lagi bergantung , dengan begitu banyak kesempatan untuk menerima lowongan kerja, bagi pemerintah berperan dalam membuat pengembangan diri bagi masyarakat yang memulai untuk mencoba bisnis atau membangun usaha sendiri, Dan banyak lainnya.

                Kemiskinan bukanlah hal yang mutlak, maksudnya tidak semua orang yang dalam kemiskinan akan selalu dalam kemiskinan, jika memang ingin dan mengerahkan usaha yang terbaik pasti akan berbuah manis dan keluar dari zona kemiskinan. Gali kemampuan kita dengan melihat kesempatan didepan, banyak sumber yang dapat kita gali, tinggal bagaimana kita saja. Jangan sampai, kekayaan alam indonesia akan selalu dinikmati oleh pihak yang seharusnya tidak menikmatinya. Kita bisa lihat fenomena dari tahun-ketahun, pt.freeport telah menjajah dan menggaruk kekayaan alam Indonesia yaitu Emas, sudah berjalan selama 14tahun. Sampai kapan, mereka akan terus menikmati dan menggaruk kekayaan kita. Sedangkan kita hanya menerima kerusakaan alam Indonesia yang dibuatnya. Seharusnya pun pemerintah tidak melanjutkan kontrak terhadap perusahaan tersebut, keputusan yang sangat disayangkan. Maka kita sebagai warga indonesia kelak dapat mengambil hak dan kewajiban kita atas sumber daya alam kita. Semoga akan dapat mengolah sendiri sumber daya alam indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai Negara Maju yang tidak lagi dijajah oleh pihak asing. Jika dulu pahlawan-pahlawan kita dapat mengusir belanda dan jepang hanya dengan bambu runcing, kenapa kita tidak bisa? Padahal kini banyak tekhnologi maju dan serba mudah. Berarti tinggal diri kita sendiri yang mau atau tidak memberantas kemiskinan di Indonesia dan menjadikannya Indonesia menjadi Negara Maju.

                  Kemiskinan bagi saya bukan hanya persoalaan kesejahteraan masyarakat yang masih kurang dirasakan oleh banyak warga negara, tapi kemiskinan merupakan persoalan tentang minimnya negara kita menonjolkan siapa jati diri negara kita, warga negara justru bangga mengikuti kebudayaan-kebudayaan orang asing, dan menganggap kebudayaaan kita justru sudah tidak jaman lagi. generasi muda yang mengikuti pergaulan orang asing. kita boleh saja mengikuti pola hidup orang asing, namun alangkah baiknya tentang yang baik-baik saja, seperti kedisplinanya, kepintarannya. bukan, mengikuti hal yang buruk-buruk. secara tidak langsung Warga negara indonesia telah diremoti oleh para bangsa asing. sampai kapan mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan penjajahan itu putus dari negara kita, jika bukan dari diri kita sendiri sebagai warga Indonesia yang cinta akan Indonesia! sampai kapan indonesia terbang melaju ke Negara Maju dan berdiri sendiri di kaki Ibu pertiwi, bukan lagi berdiri dari sayap- sayap orang asing.

Jumat, 03 April 2015

Perbandingan Perekonomian Liberalisme, sosialis dan Campuran

Ekonomi Liberal
            Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa  dan Amerika Serikat.
Negara-negara penganut paham liberal di Eropa yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.
Negara yang menganut paham liberal di kepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru.
Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Cรดte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·                 Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
·                 Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
·                 Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
·                 Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
·                 Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
·                 Persaingan dilakukan secara bebas.
·                 Peranan modal sangat vital.
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
·       Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·       Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·       Munculnya persaingan untuk maju
·       Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
·       Efisiensi dan efektivitas tinggi karna setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
·   Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·   Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·   Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
·   Sering terjadi gejolak dalam perekonomian Sistem Ekonomi Sosial
Sistem Ekonomi Campuran
            Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah bekas negara non-blok, mayoritas berada di Asia dan Afrika.
seperti : Indonesia, Mesir, Malaysia
.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·  Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·  Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·  Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·  Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kebaikan sistem ekonomi campuran
·  Kebebasan berusaha
·  Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
·  Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
·  Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
·  Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan.


Sistem Ekonomi Sosialis
            Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme. Negara penganut sistem perekonomian sosialism adalah Negara komunis (Cina, Korea Utara dan Rusia)
            Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kam kapitalis atau kam borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh.
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
·  Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
·  Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
·  Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
·  Peran pemerintah sangat kuat
·  Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·  Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

Prinsip Sistem Ekonomi Sosial
·  Pemilikan Harta oleh Negara
·  Kesamaan Ekonomi
·  Disiplin Politik

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosial
1)    Disediakannya kebutuhan pokok
2)    Didasarkan perencanaan Negara
3)    Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosial
1.  Sulit melakukan transaksi
2.  Membatasi kebebasan
3.  Mengabaikan pendidikan moral


Pendapat saya, Nur Apriliani Mulyasari dalam menanggapi soal sistem  perekonomian. Menurut saya, tidak ada sistem perekonomian yang sempurna, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Karna masing masing dari sistem perekonomian memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, dalam penentuan memakai sistem perekonomian mana yang lebih baik tergantung dari asas negara itu sendiri. Dan dilihat dari negara maju atau berkembangkah ? dan dilihat dari masyarakat di negara itu sendiri, karena sistem perekonomian dicetuskan untuk masyarakat agar terjamin kesejahteraaannya, kemakmurannya dll. Maka dari itu suara dari masyarakat pun juga penting.

Kamis, 27 November 2014

Pengusaha Sukses di Indonesia

Istri pendidik Prof. Dr. H.A.R Tilaar, ibu dari empat orang anak Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar dan nenek dari beberapa orang cucu, ini menyempatkan diri mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS, saat mengikuti suami tugas belajar. Dia telah membuat kecantikan dan keayuan Lihat Daftar Tokoh Perempuan wanita Indonesia selalu terpelihara. Lulusan Jurusan Sejarah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta tahun 1963, ini resmi mendirikan badan usaha pada tahun 1971.

Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang "Fashion and Artistry" dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984, ini memulai operasi bisnisnya dari titik nol. Bermula di garasi rumah ayahnya Yakob Handana, terletak di Jalan Kusuma Atmaja No. 45 Menteng, Jakarta Pusat. Martha, yang semasa kecilnya dikenal sebagai gadis tomboy dan 'elek' mendirikan sebuah salon kecantikan sederhana "Martha Salon", persis pada 3 Januari 1970, di sebuah ruangan berukuran 6 x 4 meter. Di sini ia sekaligus membuat pula produk-produk kecantikan dari bahan alam.

Titik-picu 1987


Cerita lebih lanjut mengenai keberhasilan Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
Martha Tilaar menjadi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha papan atas, yang tetap komit mencintai produk dalam negeri demi membangun kemandirian bangsa khususnya di bidang jamu dan kosmetika, memulai titik-picu yang sesungguhnya pada tahun 1987. Ketika itu secara cerdik dan unik ia mempopulerkan "Senja di Sriwedari" sebagai trend tata rias baru, sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Sejak itulah Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
Martha Tilaar selalu mempersuntingkan nama tempat dan unsur budaya suatu daerah, yang lalu dipadukan dengan trend busana daerah, ke setiap produk Sariayu Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
Martha Tilaar. Sariayu berhasil tampil sebagai trendsetter tata rias wajah wanita Indonesia. Martha Tilaar memang sangat menghargai produk dalam negeri, seperti busana misalnya. Buktinya, saban hari ia selalu lekat dengan busana buatan dalam negeri. Ia kerap menggunakan kebaya, atau berbagai busana daerah Indonesia.

Pemerhati tata rias sangatlah paham benar akan apa yang disebut dengan konsep Gaya Warna Disainer (1998) sebuah tata rias yang mengambil unsur budaya Jawa Barat dan Kalimantan, Sumatera Bergaya (1989) dari Sumatera, Puri Prameswari (1990) mengambil dari etnik Cirebon dan Bali, Senandung Nyiur (1991) dari Pantai Indonesia, Riwayat Asmat (1992) dari Irian Jaya/Papua, Rama-Rama Toraja (1993), serta konsep-konsep dari berbagai daerah lain seperti Banda/Ambon, Jakarta, Pejuang dari Aceh
Aceh. Dan, puncaknya adalah trend warna Pusako Minang dari Minangkabu.

Berdasarkan strategi pendekatan etnik Martha Tilaar berhasil menjalin hubungan emosional dengan konsumen, bahkan berhasil menyelamatkan biduk bisnisnya dari hantaman krisis ekonomi. Sebab dengan konsep baru itu Martha Tilaar berhasil meraih penjualan besar bahkan bisnisnya pernah bertumbuh hingga 400 persen.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia pernah mengalami jatuh-bangun atau pasang-surut usaha. Pernah, suatu ketika, bendera usaha Martha Tilaar sudah sedang berkibar orang masih saja memandangnya sebelah mata. Maklum, produk jamu kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sekali sebagai produk lokal. Orang tahunya demikian saja tanpa mau mengenal bahwa produk Martha Tilaar sesungguhnya sudah mendunia, berkualitas, dan bergengsi. Bahkan, Sariayu Martha Tilaar sudah menjadi sebuah ikon produk lokal yang mendunia. Sebagai misal, Sariayu Martha Tilaar memiliki produk kosmetika berkelas Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara.
Produk-produk itu dipasarkan di kantor-kantor pemasaran Martha Tilaar di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, bahkan ke Los Angeles, AS. Ditambah di Paris, Perancis ia memiliki sebuah laboratorium penelitian parfum. Martha Tilaar juga memiliki puluhan spa di luar negeri yang tetap menempelkan merek dagang Martha Tilaar. Seperti di Malaysia, bertempat di Crown Princess Kuala Lumpur pembukaan spa Martha Tilaar dihadiri oleh Permaisuri Agung Siti Aishah. Spa ini didirikan khusus untuk memenuhi banyaknya permintaan terutama pelanggan dari salon di City Square, Kuala Lumpur.

Kembali ke kisah bagaimana dahulu orang memandang Sariayu Martha Tilaar masih sebelah mata. Walau bergemilang sukses dan bersohor nama di negeri asing, Martha Tilaar justru pernah merasakan sebuah kepahitan di tanah air. Itu, terjadi tatkala ia hendak menyewa dan membuka gerai jamu dan kosmetika di beberapa mall dan plaza terkemuka di Jakarta, persis di pusat perkantoran dan rumah tinggal kalangan berduit. Ia ditolak menyewa tempat. "Dulu kalau saya mau sewa tempat diusir. Mereka hanya mau menjual produk branded. Dibilang standar plazanya akan turun karena dianggap tidak ada image," kata Martha Tilaar, yang dalam hidup tak pernah mau menyerah apalagi berputus asa.

Respon atas penolakan itu Martha Tilaar menyegerakan mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar, sejak Mei 1995, sebagai gerai jamu dan kosmetika Sariayu sekaligus berfungsi sebagai pusat pelayanan konsumen. Gerai dan pusat pelayanan konsumen ini berada dalam bendera usaha PT Martha Beauty Galery. Gerai Puri Ayu Martha Tilaar pertamakali berdiri di Graha Irama, di kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan, lalu berkembang pesat memasuki kota-kota besar lain di Indonesia.

Investasi Riset
Martha Tilaar mempunyai komitmen tinggi membangun industri kosmetika. Ia investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&D). Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf ahli farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu lainnya. Berdasar komitmen kuat itu Martha ingin menunjukkan kepada bangsa-bangsa di dunia bahwa Indonesia bisa unjuk diri dan tidaklah ketinggalan di bidang kosmetika dan tata rias.

R&D memberi hasil lain. Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS.


Di forum itu para pengusaha yang diundang diminta mempromosikan praktik berbisnis yang baik dalam bidang hak asasi manusia, tenaga kerja, dan lingkungan, yang telah dipraktikkan. Tujuannya agar setiap pengusaha menempatkan masalah sumberdaya manusia, sumberdaya alam, lingkungan, dan hak-hak asasi manusia sebagai prioritas penanganan dunia usaha.

Ketika berbicara pada pertemuan Komite Pengarah Nasional Global Environment Facility (GEF)/Small Grant Program, di Jakarta, 5 Oktober 2004, Martha Tilaar kembali mengangkat ulang komitmennya yang tinggi terhadap produk lokal dalam nada berbeda. Martha sangat menyayangkan betapa produk-produk lokal yang selama ini diklaim sebagai warisan budaya, seperti rendang masakan Padang, atau songket kain dari Pelembang, itu ternyata sudah didaftar-patenkan oleh tetangga negeri serumpun Malaysia. Ia pun khawatir akan jamu, yang dari zaman kapanpun kita merasa itu milik kita, keburu dipatenkan pihak asing.

Keajaiban Tuhan
Martha agaknya menjadi salah seorang wanita Indonesia yang sangat diurapi Tuhan. Ahli obstetri dan ginekologi dalam dan luar negeri pernah memvonisnya mandul. Sudah 11 tahun menikah keinginan kuat untuk segera mempunyai anak tak kunjung terwujud. Dokter-dokter mancanegara di Skotlandia, Belanda, hingga Amerika Serikat rela ia kunjungi untuk berobat medis. Semua memberi kesimpulan vonis mandul kepada Martha.
Walau bergemilang sukses dan bersohor nama di negeri asing, Martha Tilaar justru pernah merasakan sebuah kepahitan di tanah air. Itu, terjadi tatkala ia hendak menyewa dan membuka gerai jamu dan kosmetika di beberapa mall dan plaza terkemuka di Jakarta, persis di pusat perkantoran dan rumah tinggal kalangan berduit. Ia ditolak menyewa tempat. "Dulu kalau saya mau sewa tempat diusir. Mereka hanya mau menjual produk branded. Dibilang standar plazanya akan turun karena dianggap tidak ada image," kata Martha Tilaar, yang dalam hidup tak pernah mau menyerah apalagi berputus asa.

Untung Martha mempunyai seorang nenek ahli membuat jamu, yang meminta diberi kesempatan mengobati kemandulan dengan jejamuan. Sang nenek, Ny. Pranoto dengan telaten dan penuh kasih sayang memberi jamu penyubur peranakan. Jamu itu diolah sederhana hanya direbus. Martha Tilaar yang berusia 37 tahun namun belum mempunyai anak, saat itu diurut dua kali seminggu dan diberi tapel. Tiba tepat pada usia 41 Martha Tilaar ketahuan tak mengalami masa haid. Ia tak datang bulan atau menstruasi. Ia melapor ke profesor dokter yang biasa memeriksanya, mengatakan sudah hamil sebab berhenti menstruasi. Profesor malah mengatakan kalau Martha tengah mengalami masa menopouse.

Hati Martha menjadi sedih dan menangis dalam perjalanan pulang ke rumah, sambil membayangkan wajah suaminya, Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, seorang akademisi dan tokoh pendidikan yang sangat senang terhadap anak. Pasrah saja, "Sesampainya di rumah saya langsung katakan pada suami bahwa saya sudah mandul, kalau mau kawin lagi silakan, tapi dengan hati hancur. Tetapi, suami saya mengatakan, jangan khawatir saya sudah mempunyai isteri kedua yaitu buku-buku," kenang Martha, menjelaskan saat menjalani masa-masa pergumulan hidupnya yang terpenting.

Walau sedih Martha tak putus harapan. Ia berinisiatif memeriksakan diri ke laboratorium. Dan hasilnya positif hamil. Dokter tetap saja tak percaya. Ia disuruh menunggu lagi selama 120 hari untuk memperoleh kepastian. Maklum, saat itu belum ada pemeriksaan model ultrasonografi (USG). "Setelah 120 hari menunggu, saya diperiksa ternyata ada denyut jantung anak saya. Ini keajaiban Tuhan. Dia lahir cantik dan setelah kuliah dia lulus summa cum laude," kata Martha, yang melahirkan anak pertama di usia 42 tahun lama menunggu setelah 16 tahun menikah.

Pada usia ke-46 tahun Martha kembali berkesempatan melahirkan anak kedua, hingga keluarga ini genap dikaruniai empat orang anak. Semuanya tumbuh cerdas dan pintar. Anak pertamanya yang berhasil lulus dengan predikat summa cum laude, di Amerika Serikat, itu membuat Martha menangis terharu karena merasa dirinya sampai saat itu bukanlah apa-apa.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar agaknya tak juga lepas dari keajaiban pekerjaan tangan Tuhan. Walau pernah mengalami nyaris bangkrut, atau pecah kongsi, biduk usahanya tetap terpelihara baik. Tahun 1970 ia mendirikan salon kecil Martha Salon, di garasi rumah ayahnya sekaligus mencoba membuat produk-produk kecantikan dari bahan alam. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar, merek yang jika diartikan "Sarinya Wong Ayu".

Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma sekaligus pemiliknya. Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetika dan jamu, namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Pada 22 Desember 1981 PT Martina Berto membuka pabrik kosmetika pertama di Jalan Pulo Ayang, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur diresmikan oleh Ny Nelly Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
Adam Malik saat itu istri Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
Adam Malik. Tahun 1983 Martha Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar kembali membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih di areal sama Kawasan Industri Pulogadung yang kali ini diresmikan oleh Ny. Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.

Sepanjang tahun 1988-1995 PT Martina Berto berkesempatan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT Kreasi Boga. Kemudian, pada tahun 1999 Martha Tilaar beserta anggota keluarga berkesempatan membeli seluruh saham PT Kalbe Farma yang ada pada PT Martine Berto.

Sejak saat itulah Martha Tilaar dan keluarga menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto. Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha Tilaar Group. Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha Tilaar, Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar).

Kemudian, PT Cedefindo (pemanufaktur dan pemasar produk Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Madonna), PT Cempaka Belkosindo Indah (pemanufaktur dan pemasar produk Mirabella dan Cempaka), PT Sari Ayu Indonesia (distributor semua produk PT Martina Berto dan PT Tiara Permata Sari, produk Cempaka Belkosindo Indah, kecuali produk Cempaka), PT Martha Beauty Gallery (perusahaan jasa untuk Martha Tilaar Salon, Martha Tilaar Salon & Day Spa, Cipta Busana Martha Tilaar, Art & Beauty Martha Tilaar, Puspita Martha Tilaar).

Anak Tomboy Martha Tilaar yang memproduksi beragam jamu dan kosmetika untuk mempercantik wanita Indonesia, ternyata, pada masa mudanya adalah seorang wanita yang begitu tomboy dan bahkan 'elek'.

Martha Tilaar sebagai bayi dilahirkan dalam keadaan fisik yang tidak begitu sehat. Sedang berada dalam kandungan, sang ibunda seringkali mengalami beragam masalah dengan kesehatannya. Seperti tidak mau melihat sinar matahari, tidak mau bergerak, dan terutama tidak mau makan karena perut terasa mual terus-menerus. Bayi Martha pun tumbuh tidak sehat sebab sering terserang peyakit. Tak kurang tersedia 13 orang dokter yang merawatnya.

Oleh Sang Ibu, sejak dini kepada Martha diajarkan cara hidup how to solve the problem. Martha dibekali beragam keterampilan seperti berjualan kecil-kecilan, disuruh menghitung uang, hingga memilih dan memastikan mana telur segar dan mana yang busuk. Sang Ibunda tetap saja dihinggapi rasa kekuatiran perkembangan Martha kecil akan lambat sebagai pengaruh kurang sehat selama dalam kandungan. Nyatanya Martha tumbuh menjadi anak yang sehat.

Martha Tilaar remaja adalah gadis yang tomboy. Tidak pernah bisa tinggal diam. Tingkah laku dan cara berpakaiannya seperti anak lelaki kebanyakan. Meski rumah eyangnya berpagar tinggi ia tetap saja bisa menyelinap keluar untuk pergi bermain layang-layang, menikmati pemandangan desa, atau menikmati sawah-sawah yang menghampar hijau. Ia bahkan tak ragu mencebur ke dalam sungai yang mengalir untuk berenang.

Kenakalannya sebagai anak-anak salah satunya adalah suka mencuri uang ibunya. Biasanya, uang itu digunakannya untuk jajan membeli makanan yang enak. Ketika aksinya ketahuan ibunya menasehati, jika ingin punya uang banyak untuk jajan Martha harus bekerja keras.

Nasehati itu dituruti benar. Bermodalkan uang jajan pemberian orangtua Martha kecil membeli jajanan di toko, seperti kacang, lalu dibungkusnya kecil-kecil untuk kemudian dijual kembali kepada teman-teman sekolah. Ia memperoleh uang jajan lebih jadinya. Demikian pula terhadap tanaman Sogok Telik dan Jali-jali Putih, yang tumbuh subur di tanah milik eyangnya, ia rangkai menjadi satu paduan yang bagus. Perhiasan berupa kalung dan gelang yang ia rangkai sendiri dari kedua jenis tanaman tadi, Martha jual kepada teman-temannya di sekolah. Kedua tanaman tersebut sangat bernilai dalam kehidupan masa kecil Martha.

Martha adalah anak yang paling 'elek' (bahasa Jawa = 'jelek'), paling bandel, dan sangat tidak suka merawat diri jika dibandingkan saudara lainnya. Hobi berenang membuat kulit Martha tidak sehat, rambut yang panjang memerah semua, wajah pun tak karuan. Ibunya seringkali menegur mengingatkan Martha agar lebih peduli merawat diri. Apalagi Martha, yang kuliah mengambil Jurusan Sejarah IKIP Negeri Jakarta dan lulus tahun 1963, sebagai seorang guru diingatkan akan sering bertemu dan tampil di hadapan murid-murid. Dengan diantar Sang Ibu Martha Tilaar "dipaksa" mengikuti les tata kecantikan ke Titi Purwosoenoe. Yang menjadi unik, sejak saat itulah Martha mulai jatuh cinta terhadap kecantikan.

Martha Tilaar sesuai kodratnya perempuan dan istri dari Prof Dr. H.A.R. Tilaar mau berdiam di negeri Paman Sam mengikuti sang suami yang sedang menjalani tugas belajar. Kesempatan itu digunakannya untuk belajar kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Begitu lulus dari akademi kecantikan Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri. Martha juga menyempatkan diri melamar bekerja sebagai salesgirl produk kosmetika Avon. Setiap sore ia keluar masuk asrama mahasiswa dan mengetuk pintu untuk lalu berteriak lantang, "Avon Calling!"

Ketika kembali ke Indonesia Martha segera ingin membuka salon. Karena belum mempunyai rumah sendiri "Martha Salon" miliknya yang pertama menumpang di garasi rumah orangtuanya, di Jalan Kusuma Atmaja No. 47, Menteng, Jakarta Pusat di sebuah ruangan berukuran 6x4 meter. Martha Salon ia dirikan persis tanggal 3 Januari 1970. Martha Tilaar di tahun 1970-an itu masih bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, sangat berbeda jauh dengan kondisi kekinian.
Martha Tilaar sesudah di puncak kesuksesan karir dan usaha ingin berbuat banyak kepada masyarakat. Ia tak tega merasakan ketika sedang berada di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta menyaksikan langsung seorang ibu berusia muda menyusui anaknya kelihatan berwajah sudah seperti sangat tua. Beban persoalan hidup yang menghimpit ibu muda itu untuk harus bekerja keras menafkahi keluarga, telah menggerogoti kecantikan usia mudanya. Melihat itu Martha berpikir harus segera melakukan sesuatu. Lalu lahirlah konsep community trade, salah satu bentuk pengembangan masyarakat melalui industri kerajinan. Komunitas ini telah berhasil mengumpulkan 142 perajin di Sentolo, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery.

Martha melahirkan konsep community trade bersama rekannya Emmy Pratiwi, karena itu namanya disebut Prama Pratiwi Martha Gallery yang menyediakan segala fasilitas produksi industri kerajinan. Hasilnya sangat memuaskan. Ketekunan para perajin dan tekad mau berkembang membuat mereka cepat berhasil. Produk dari para perajin sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor ke Perancis, Australia, dan Amerika.

Martha juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahan lain. Bagi Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.

Bagi Martha di era modern seperti sekarang makna emansipasi bukan semata dimaknai untuk memperoleh persamaan hak dengan kaum pria. Melainkan jauh lebih besar dari itu berjuang demi memperoleh hak memilih dan menentukan nasib sendiri. "Sebenarnya yang perlu dituntut kaum perempuan, bukan hanya persamaan hak, tapi juga hak memilih dan menentukan nasib sendiri," kata Martha Tilaar.
Sumber:
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/80-sariayu-bermula-dari-garasi

KOMENTAR SAYA TERHADAP KESUKSESAN PENGUSAHA

            Kesuksesan Martha Tilaar sangatlah berliku dan dimulai dari nol,Setelah saya membaca dan mempelajari latar belakang beliau saya menangkap suatu pelajaran, orang yang berkecukupan saja masih berjuang untuk memperkaya diri, masa kita yang biasa-biasa aja malas berusaha?
Karena, yang saya baca bahwa Martaa Tilaar lahir dari keluarga yang menurut saya bercukupan, namun itu tidak membuat Martha Tilaar manja atau berfoya-foya dengan menikmati uang orangtuanya saja, dari kecil pun dia sudah di ajarkan untuk berwirausaha oleh orangtuanya, dan Martha tidak malu untuk berjualan meskipun hanya kacang-kacang, Memang didik asuh orangtua pun berpengaruh atas  perkembangan sikap dan pemikiran anak,
Martha juga anak yang suka mempelajari hal-hal baru dan selalu memikirkan peluang yang ada untuk berbisnis, martha juga tak penah menyerah walau banyak masalah yang diterpa, justru di hadapi dengan tegar.
            Dalam usaha mengembangkan Salon kecantikan Marthaa di mulai dari Nol, mulai dari menjajahkannya dari Garasi orangtuanya hingga sampai saat ini sudah memiliki dan menjajahkan store di mall-mall besar. Mulai dari yang kecil-kecil, sampai bekerjasama dengan PT.group, sampai menjadi pemilik Pt.group itu sendiri.dan pernah juga dipandang sebelah mata oleh orang-orang negri nya sendiri, sampai pernah tidak diperboehkan menyewa tempat di suatu Mall Besar.
Setelah Marthaa sukses dalam bisnisnya, beliau tidak hanya memperkaya diri sendiri, justru beliau melihat ruang lingkup masyarakat sekelilingnya, itu yang membuat saya bangga padanya atas pemikirannya, dan selain itu gagasan Martha tidak menyerah mengembangkan bisnisnya yang “kedaerahan” untuk memperkenalkan Jamu dan kecantikan herbal alam kita kepada Dunia, selain itu untuk mendapatkan hak paten bahwa jamu adalah milik Indonesia, serta mengembangkan kebudayaan daerah Indonesia.
            Menjadi seorang pembisnis memang dibutuhkan sikap pantang menyerah, selalu ingin mencoba dan berusaha keras atas target dan impian yang ingin dicapai, selain itu Impian dan Target pun penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Kesuksesan juga bukan dinilai dari ekonomi, namun bagaimna usaha kita mempengaruhi lingkungan dan masyarakat agar berkembang baik juga, dan juga menikmati kesuksesaan pula.

See you on the TOP!