Minggu, 02 November 2014

MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB

BAB I
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TANGGUNGJAWAB
            Tanggungjawab menurut kamus bahasa adalah keadaan wajib menanggung sesuatunya. Jadi menurut bahasa Indonesia, Tanggungjawab adalah berkewajiban menanggung , memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menangung akibatnya.
            Jadi, tanggung jawab bisa kita artikan yaitu kesadaran manusia dalam melakukan sesuatu atau perbuatannya secara sadar (sengaja) maupun tidak sadar (tidak sengaja). Tanggung jawab juga merupakan perwujudan kesadarannya atas perbuatannya.
            Hubungan manusia dengan tanggungjawab itu bisa kita lihat, bahwa hal itu saling terkait satu sama lainnya. Karena disetiap tingkah laku manusia lakukan/perbuat pasti ada hal yang harus dipertanggungjawabkan, mau tidak sengaja maupun tidak sengaja. Jika manusia tidak memiliki rasa tanggungjawab maka tidak ada kesadaran penuh dalam dirinya dalam melakukan sesuatu hal atau bisa kita sebut sebagai manusia yang tidak amanah.
            Tanggungjawab dalam kehidupan manusia sangatlah banyak, mulai dari hal kecil hingga hal besar pasti manusia memiliki tanggungan/beban yang mesti ia pertanggungjawabkan. Perbedaanya hanya bagaimana manusia menyelesaikan/ menghadapinya dalam menanggungjawabkan sesuatu.
            Dan setiap manusia memiliki tanggungjawab yang berbeda, contoh seperti di dalam keluarga, tanggungjawab sebagai ayah akan sedikit berbeda dengan tanggungjawab sebagai ibu, dan akan beda pula tanggungjawab sebagai anak. Ayah dalam keluarga bertanggungjawab untuk menuntun keluarganya, menafkahi keluarganya,mendidik anak, sedangkan anggung jawab sebagai ibu, ibu harus mengurus rumah tangga, mendidik penuh anak, dan mengurus suami. Sedangkan anak bertangunggjawab untuk belajar sungguh-sungguh, membantu orangtua, dll.
            Jika manusia tidak bertanggungjawab atas apa yang dia perbuat maka akan ada rasa kegelisahan pada hidupnya. Karena tanggungjawab adalah sebuah amanah yang mesti kita jalankan. Tanggungjawab adalah sifat kodrati artinya sudah bagian kehidupan manusia,bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggungjawab. Bila tidak mau bertanggungjawab makan ada pihaklain yang akan memaksa untuk bertanggungjawab.
            Tanggungjawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadian atau pengorbananya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadarannya bertangugng jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

B.     MACAM-MACAM TANGGUNGJAWAB
            Tanggugjawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggungjawab, yaitu:
a)      Tanggungjawab terhadap Diri Sendiri
            Tanggungjawab terhadap diri sendiri adalah tanggungjawab yang kesadarannya sangat dasar, karena jika manusia bisa bertanggungjawab atas diri sendiri maka kesadaran atas tanggungjawab lainnya akan bisa terlaksanakan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran  setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahkluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi.
b)      Tanggungjawab terhadap keluarga
            Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada kelaurganya, dan setiap keluarga memiliki peran peran dalam berkeluarga yang berbeda-beda,maka tanggungjawab tiap anggota keluarga pun brbeda-beda. Tanggungjawab terhadap keluarga ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggungjawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan,  dan kehidupan dalam berkeluarga.
c)      Tanggungjawab terhadap Masyarakat
            Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa pada hakekatnya manusia tidak bisa berdiri sendiri, manusia membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, bisa kita sebut juga, manusia merupakan mahkluk yang berbudaya.
            Dengan hakekat manusia yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, maka manusia mau tidak mau akan berkomunikasi oleh orang lain atau masyarakat sekitarnya. Dengan begitu manusia termasuk dalam anggota masyarakat dilingkungannya, maka manusia juga mempunyai tanggungjawab sebagai masyarakat lainnya dalam lingkungannya sebagai anggota masyarakat tersebut.
            Contoh tanggungjawab dalam kemasyarakatan itu seperti, kita sebagai anggota masyarakat harus ramah tamah terhadap orang-orang sekitar mau kita tidak kenal maupun kita kenal, tunduk terhadap aturan-aturan yang dibuat oleh petinggi di daerah tersebut, dan juga ikut serta atau peran serta dalam kegiatan masyarakat sekita seperti: gotong royong, bedah desa dll, yang di buat oleh masyarakat sekitar.
d)     Tanggungjawab terhadap Negara/Bangsa.
            Sama halnya tanggungjawab dalam bermasyarakat, tanggungjawab terhadap negara/bangsa juga seperti itu, hanya cangkupan saja yang lebih luas, bangsa adalah kumpulan masyarakat dalam suatu negara. Jadi masyarakat yang lebih luas.
            Karena manusia adalah mahkluk yang berbudaya, maka antara masyarakat satu dengan yang lainnya saling membutuhkan, meskipun ada perbedaan dari segi kepercayaan, kebudayaan, atau kebiasaan, namun memiliki satu tujuan yaitu kebersamaan, kesejahteraan, dll. Maka dalam suatu negara dibuatlah peraturan-peraturan untuk tidak terjadi diskriminasi dalam suatu masyarakat luas ini, dan kita sebagai bangsa negara tersebut harus tanggungjawab juga dalam membangun negara dengan mengikuti peraturan-peraturan yang dibuat oleh petinggi negara.
            Oleh sebab itu, manusia memiliki peran penting dalam mengurus negara, karena pada akhirnya keputusan-keputusan yang dibuat oleh petinggi negara untuk membuat kesejahteraan, kemaslahatan, dan kebersamaan terhadap bangsa negara tersebut. Bisa kita sebut dengan dari rakyat, pada rakyat untuk rakyat.
            Dengan begitu, petinggi negara tidak bisa wewenang sendiri atau mengambil keputusan dari kepentingan pribadinya.
e)      Tanggungjawab terhadap Tuhan
            Jika kita membicarakan tanggungjawab terhadap Tuhan sangatlah kompleks. Tuhan yang memberikan kita kehidupan, kenikmatan, kesulitan dan lain sebagainya. Dan Tuhan mengutus kita ke Bumi bukanlah hanya sekedar mengutusnya, tapi kita diutus oleh Tuhan untuk sebagai Khalifah dibumi ini, untuk merawat bumi ini, menjaga baik bumi ini.
            Nah, itulah tanggungjawab kita sebagai manusia terhadap TuhanNya. Bukan hanya itu tanggungjawab kita terhadap Tuhan juga seperti bersyukur kepada Tuhanya, dan bersikap baik serta menjalankan yang diperintah oleh TuhanNya, sebagai tanggungjawab kita sebagai hamba Tuhan.

       C.   PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
            Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
            Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya adlah rasa tanggung jawab.
Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Suatu pemberian nyang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama.
            Perbedaan antara pengabdian dan penorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
            Jadi, dari sebuah pertanggung jawaban yang kita lakukan, pasti terdapat sebuah pengabdian dan pengorbanan yang dilakukan.




       D.   HUBUNGAN MANUSIA DAN TANGGUN JAWAB     
            Tanggung jawab merupakan sesuatu yang mendampingi hak asasi manusia sejak lahir.dapat kita lihat tanggung jawab mengandung 2 unsur kata yaitu menangggung dan menjawab.
            menanggung sendiri yaitu memikul sesuatu baik nyata ataupun tidak sedangkan menjawab adalah sesuatu hasil yang mutlak dari sebuah reaksi manusia dalam merespon sesuatu disekitarnya.dapat diartikan tanggung jawab adalah sesuatu yang ditanggung dan harus dilakukan oleh manusia bauk terlihat maupun tidak terlihat.tanggung jawab sendiri erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia maka dari itu diperlukan sebuah tekad untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.

Contoh sehari-hari sebuah tanggung jawab yaitu: 
Seorang anak yang telah menerima hak untuk disekolahkan oleh orang tuanya maka harus belajar dengan giat dan menjadi seorang siswa/siswi yang berprestasi 
TUHAN menciptakan manusia ke dunia dan memberikan hak untuk hidup namun manusia tersebut harus taat dan mematuhi larangannya agar tetap selamat. 

            Maka dari itu dalam kehidupan sehari-hari manusia harus bertanggung jawab dengan apa yang ia buat dan apa yang ia terima untuk itulah diperlukan pandangan hidup dan keadilan mendapatkan hak asasi agar seseorang dapat terus menjalankan tanggung jawab tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PENGALAMAN PENULIS

            Jika kita membicarakan sebuah tanggungjawab sangatlah kompleks dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.Contoh saja, dilihat dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa, berarti tanggungjawab saya adalah untuk fokus belajar dimasa perkuliahan ini dan lulus dengan nilai terbaik, dengan belajar yang rajin tidak main-main dan sebagainya.
            Sedangkan dari sudut pandang saya sebagai anak, maka tanggungjawab saya adalah bagaimana caranya saya membahagiakan kedua orangtua kelak, selain belajar saya juga harus mencari jalan bagaimana untuk sukses agar membahagiakan kedua orangtua saya. Bagaimana saya membalas jasa kedua orangtua saya, dll.
            Sedangkan dari sudut pandang saya dari keluarga, saya adalah anak paling kecil dikeluarga, maka tanggungjawab saya itu bagaimana saya menaikan derajat kedua orangtua saya,tidak dipandang remeh, tidak dpandang anak yang manja, dll sebagainya.
            Dan sedangkan menurut sudut pandang saya dari diri sendiri, saya bertanggungjawab untuk merancang masa depan saya yang indah, dan mewujudkannya untuk membahagiakan diri saya sendiri, kedua orangtua saya serta keluarga saya.
            Dan terakhir tanggungjawab saya kedapa Tuhan yang Maha esa, saya bertanggungjawab untuk menajalankan segala apa yang diperintahka Tuhan saya, dan menjahui segala larangannya.

            Bicara soal tanggungjawab sangatlah mudah dan semua orang pun tahu apa tanggungjawab mereka untuk keluarga, dirisendiri, TuhanNya dll sebagainya, namun yang sulit adalah sikap kita menjalaninya, menanggung segala apa yang harus kita tanggungjawabnkan, melakukan apa yang disebut itu tanggungjawab sangatlah sulit, namun bukan berarti tidak bisa.

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A.    PENGERTIAN KEGELISAH
            Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merawa kwatir, tidak tenang, tidak  sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang meggambarkan seseorang tidak tentram hatinya maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
            Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain.
            Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.

B.     Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia
            Sigmeund freud ahli psikoanalisa berpendapat bawa ada tiga macam kecemasan yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektid) kecemasan neurotic dan kecemasan moril.
a)      Kecemasaan Objektif
            Kecematan tentang kenyataaan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorangyang mengancam ntuk mencelakaakaknnya pengalaman bahaya mewarisi kecenderungannya untuk menjadi takut kalau berada dekat benda benda tertentu atau keadaan tertentu di lingkungannya.
            Sebagai contoh, jika seorang wanita yang pernah trauma dengan kecoa, maka dia akan cenderung takut jika melihat kecoa. Namun ada orang dengan reaksi membalik. Karena ia mendendam maja ua berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagi pelampiasannya. Misalnya seperti ayng ada di Film Forbidden Party, a.k.a Invitation only.


b)      Kecemasan Nerotis (Syaraf)
            Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah. menurut Sugmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri atau takut akan id nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seorang yang gelusan , yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat terjaid.
c)      Kecemasaan Moril
            Kecemasan moril sidebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antara lain: iri, benci dendam dengki dan marah gelisah cinta dan rasa kurnag percaya diri.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang canntik maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan segingga kawan kawannya lebih diniliai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menimbulakan kecemasan moril
C.    Sebab-sebab Orang Gelisah
1.      Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
2.      Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
3.      Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
4.      Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

D.    Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
            Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.
a.      Keterasingan
            Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
b.      Kesepian
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian. Karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
E.     PENYEBAB KESEPIAN
Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor penyebab dari kesepian, yaitu :
a.)    Faktor Psikologis
            Kesepian ini disebabkan oleh kenyataan adanya keterbatasan keberadaan manusia yang disebabkan oleh terpisahnya seseorang dengan orang-orang lain, sehingga tidaklah mungkin baginya untuk berbagi perasaan dan pengalamannya dengan orang lain.
Pengalaman traumatis hilangnya orang-orang terdekat, Hilangnya seseorang yang sangat dekat dengan individu secara tiba-tiba tanpa bisa dihindari seringkali dianggap sebagai penyebab kesepian. Kurangnya dukungan dari orang lain.
            Kesepian dialami oleh mereka yang merasa tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka yang mengalami kesepian manganggap diri mereka sebagai orang yang diremehkan dan ditolak lingkungannya.Adanya masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan
Bila seseorang merasa harga dirinya terganggu, ia akan menghilangkan semangatnya dan merasa kosong serta menghindar untuk mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
            Kurangnya rasa percaya diri,Meskipun individu dapar melakukan hubungan sosial dengan baik, namun ia merasa bahwa lingkungan disekitarnya kurang melibatkannya, sehingga menyebabkan individu merasa kesepian, ia hanya dapat berhubungan sosial secara formalitas saja.
            Kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan,Orang-orang yang menjengkelkan, seperti pemarah, terlalu patuh dan tidak mempunyai kemampuan bersosialisasi akan dihindari dari lingkungannya, sehingga mereka merasa kesepian.
            Ketakutan untuk menanggung resiko sosial,Individu ini takut terlalu dekat dengan orang lain, bercerita banyak, sehingga mereka yang kesepian akan melihat kedekatan sosial sebagai sesuatu yang berbahaya dan penuh resiko.
b.)    Faktor Sosiologis
            Takut dikenal orang lain,Individu merasa takut dikenal oleh orang lain, sehingga hal tersebut menghilangkan kesempatannya untuk berhubungan dekat dengan orang lain.
Nilai-nilai yang berlaku pada lingkungan sosial.Nilai-nilai yang dianut masyarakat seperti privacy, kesuksesan dapat menyebabkan seseorang merasa kesepian karena ia merasa terikat oleh nilai-nilai tersebut.
            Kehidupan di rumah,Rutinitas di rumah seperti adanya jam makan, keributan di rumah dan kebiasan lainnya juga akan menyebabkan seseorang merasa kesepian karena kejenuhan.
            Perubahan pola-pola dalam keluarga,Kehadiran orang lain dalam keluarga akan menyebabkan terganggunya hubungan dengan anggota keluarga lain.
            Pindah tempat,Seringnya pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menyebabkan seseorang tidak dapat menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
            Terlalu besarnya suatu organisasi,Terlalu banyak orang di sekeliling individu akan menambah perasaan terisolasi. Hal ini akan membuat individu sulit untuk mengenal satu sama lain.
            Desain arsitektur bangunan,Bentuk bangunan yang canggih juga berpengaruh terhadap interaksi sosial. Hal ini mengingat bangunan-bangunan dapat menyebabkan masyarakat menjadi individualistis di mana interaksi sosial menjadi terbatas.
Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan bahwa kesepian dapat disebabkan karena lima hal, yaitu :
Interpersonal Problems
Hal ini disebabkan karena subjek kehilangan orang-orang terdekatnya atau memutuskan hubungan dengan orang lain (berpisah atau bercerai).
Social Shock
Masalah-masalah sosial seringkali membawa dampak negatif, terutama pada masyarakat perkotaan (urban society) seperti pengangguran.
Culture Shock
Setiap kebutuhan memiliki ciri-ciri khas masing-masing. Ketika individu pindah ke tempat baru maka perbedaan budaya antara tempat asal dan tempat individu sekarang dapat menimbulkan masalah-masalah lain, tidak terkecuali kesepian.
Cosmic Problems
Hal ini berkaitan dengan eksistensial manusia atas apa yang sesungguhnya diinginkan dari kehidupan yang dijalaninya.
Psychological Problems
Masalah-masalah psikologis merupakan sebab potensial yang dapat menimbulkan kesepian, terutama bila individu yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah terus-menerus larut dalam kesedihan.
F.     Ketidakpastian
            Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang,termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
            Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.
G.    Penyebab Ketidakpastian
penyebab ketidak pastian adalah tidak ada yang sama di dunia ini, dan juga kemampuan manusia yang terbatas untuk memastikan sesuatu hal yang ada, serta kekuasaan tiada batas yang dimiliki Allah SWT, dimana setiap manusia tidak akan mengetahui kehendak-Nya.
H.    Usaha Mengatasi Ketidakpastian

Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakpastian yakni bersiap-siap terlebih dahulu, merencanakan segala sesuatunya dengan matang, dan juga berdo’a agar apa yang diinginkan tercapai.

Sabtu, 25 Oktober 2014

MANUSIA DAN HARAPAN

A.    PENGERTIAN HARAPAN

            Setiap manusia mempunyai  harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam Hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.

            Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.   Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang bcrlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”

            Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A, lulus pun mungkin tidak.

            Harapan harus berdasarkan  kepercayaan,  baik kepercayaan  pada diri sendiri, maupun 
kepercayaan kepada Tuhan  Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.   Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

            Harapan  berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan  berarti sesuatu yang diinginkan  dapat terjadi, Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
      
      B.     APA  SEBAB  MANUSIA   MEMPUNYAI    HARAPAN   ?
            Menurut  kodratnya  manusia  itu adalah mahluk  sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup. yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya Tidak ada satu Manusia pun yang luput dari
      
      a)      Pergaulan hidup.

Ditengah-tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun  mental! spiritualnya.  Ada dua hal yang mendorong  orang hidup bergaul dengan  manusia  lain. yakni dorongan  kodrat  dan dorongan kebutuhan hidup.
      
      b)      Dorongan  kodrat

            Kodrat ialah sitar, keadaan  atau pembawaan  alamiah  yang sudah terjelma  dalam  diri manusia  sejak manusia  itu diciptakan  oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.

            Dorongan  kodrat menyebabkan manusia mempunyai  keinginan  atau harapan,  misalnya menangis, tertawa, bergembira dan  sebagainya. Seperti   halnya  orang   yang  menonton Pertunjukan  lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton  tertawa terbahak-bahak.   Apabila  penonton  tidak  tertawa,  harapan  kedua  belah  pihak  gagal,  justru sedihlah  mereka.

            Kodrat  juga   terdapat   pada  binatang   dan  tumbuh-tumbuhan,karena binatang dan tumbuhan  perlu makan, berkembang  biak dan mati. Yang mirip dengan  kodrat manusia  ialah kodrat  binatang. Walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu , ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak, Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih,ia harus mengetahuilebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan kehendaknya manusia dapat  memilih.

            Dalam  diri  manusia  masing-masing sudah  terjelma   sifat,  kodrat pembawaan  dan kemampuan   untuk hidup bergaul, hidup berrnasyarakat  atau hidup bcrsama dengan  manusia lain. Dengan  kodrat  ini, maka manusia mempunyai harapan.
      
      c)      Dorongan  kebutuhan  hidup

            Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macamkebutuhan hidup.Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah misalnya: makan,  minum.  pakaian,  rumah.  (sandang,  pangan,dan papan).ketenangan, hiburan,  dan keberhasilan.

            Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerjasama dengan manusia lain. Hal  ini disebabkan kemampuan manusia sangatterbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.

            Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut  Abraham  Maslow  sesuai dengan kodratnya  harapan  manusia  atau kebutuhan manusia  itu ialah  :
                                     i.            kelangsungan   hidup  (survival)
                                   ii.            keamanan  ( safety)
                                 iii.            hak  dan  kewajiban  mencintai  da n  dicintai  (beloving  and love)
                                 iv.            diakui  lingkungan  (status)
                                   v.            perwujudan   cita-cita (self actualization)
      
      d)     Kelangsungan  hidup  (survival)

            Untuk melangsungkan  hidupnya  manusia membutuhkan  sandang, pangan  dan papan(tempat  tinggal). Kebutuhan  kelangsungan  hidup  ini terlihat  sejak  bayi lahir.

            Setiap  bayi  begitu  lahir  di  bumi  menangis;  ia  telah  mengharapkan   diberi  makan/ minum.  Kebutuhan  akan makan/minum   ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan hidup  manusia.

            Sandang,  semula  hanya berupa perlindungan /keamanan,untuk melindungi dirinya dari cuaca.Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan kemanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain.

            Papan  yang  dimaksud  adalah  tempat  tinggal  atau  rumah.  Rumah  kebutuhan   primer manusia,  karena  rumah  itu sebagai  tempat berlindung, Dari panas ,gelap , dan sebagainya.

            Untuk  mencukupi  kebutuhan  pangan,  sandang,  dan  papan  itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau tiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang diinginkan: pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
      
      e)      Keamanan

            Setiap orang membutuhkan  keamanan.Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan.  Begitu  lahir, dengan  suara tangis, itu pertanda  minta perlindungan. Setelah agak besar,  setiap  anak menangis  dia akan diam  setelah dipeluk  oleh  ibunya.  Setelah  bertambah besar  ia ingin dilindungi.Rasa aman tidak harus  diwujudkan   dengan  perlindungan  yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi  rasa aman. Dalam  hal ini agama  sering merupakan cara memperoleh kemanan   moril  bagi  pemiliknya. Walaupun  secara fisik keadaannya  dalam  bahaya, keyakinan  bahwa Tuhan memberikan  perlindungan  berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
   
      f)       Hak  dan  kewajiban mencintai dan dicintai

            Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban.Karenaitu tidakjarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih keeil saja, semua diatur!” ltu suatu pertanda bahwa anak  itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.

           Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.Pada saat seperti ini remaja banyak mengkhayal. Ia telah sadar akan keberadaannya.Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
       
       g)      Status
            Setiap manusia membutuhkanstatus. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan”, Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di bwni  ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status orang.itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah (haram). Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin mengingkatkan harga diri, dan sebagainya.
       
      h)     Perwujudan  cita-cita

            Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya  atau profesinya. Pada  saar itu manusia mengembangkan  bakat  atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
        
      C.     KEPERCAYAAN

            Kepercayaan berasal dari kata percaya. Artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar ia tidak percaya pada diri sendiri saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya. Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari ajaran Al-Quran.

            Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

            Ada jenis  pengetahuan  yang dimiliki seseorang. Bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya.Yang diselidiki bukan lagi masalahnya. melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaann yaitu disebut kepercayaan. Makin  besar  kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan  itu makin  besar kepercayaan.

            Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan  artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak bcr agama menurut keyakinan.

            Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Kebenaran

            Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.

            Dalam tingkah laku,ucapan,perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak mcnyimpang dan kebenaran.Manusia sadar, bahwa ketidakbenaran dalam bertindak , berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, “sekali lancung ke ujian, selama hidup orang tak percaya”, karena itu, wajadah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.

            Dalam  agama  Budha  ada ajaran yang dinamakan “jalan utama delapan ruang”. Yang isinya,agar setiap pemeluknya memiliki pandangan yang benar, perbuatan  yang benar,mata percaharian yang benar, permatian yang benar,dan konsentrasi yang benar. Tujuan  ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami  duka, kegelisahan,dan ketidakpastian.Ajaran kebenaran itu juga kita temui  dalam agama-agama  lain.

            Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, mernperjuangkan kebenaran. Dr.Yuyun  Suriasumantri  dalam bukunya  “filsafat  IImu, sebuah pengantar  Populer  ada tiga teori  kebenaran  sebagai  berikut  :

1)    Teori  koherensi  atau konsistensi

            Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan  pemyataan-pemyataan    sebelumnya  yang  dianggap  benar.
Contoh  : setiap  manusia  akan mati.  Paul  Manusia.  Paul  akan mati

2)    Teori  korespondensi

            Suatu  teori  yang  menjalankan  bahwa  suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung  pemyataan  itu berkorenponden(berhubungan)  dengan obyek yang dituju oleh  pernyataan   tersebut. Contoh  : Jakarta  itu ibukota republik Indonesia.

3)    Teori  pragrnatis

            Kebenaran  suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional  dalam  kehidupan  praktis.
      
      Dalam  berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat, Sebab ketidakbenaran dalam  hal-hal  itu  akan  langsung  mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

D.BERBAGAI  KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
            Dasar kepercayaan  adalah kebenaran. Sumber kebenaran  adalah manusia. Kepercayaan itu dapat  dibedakan  atas  :

1.   Kepercayaan pada diri sendiri

            Kepercayaan  pada diri sendiri itu ditanarnkan setiap pribadi manusia. Percaya  pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Percaya pada diri sendiri, menganggap  dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan   kepadanya.

 2.    Kepercayaan  kepada  orang lain

            Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

3.   Kepercayaan kepada pemerintah

            Berdasarkan pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).

            Pandangan demokratis mengatakanbahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti  hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
            Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karcna itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4.   Kepercayaan kepada Tuhan

           Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tctapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaanitu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dcngan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mcmpunyai kepercayaan kcpada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia  berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kcpada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kcpada zat tersebut.
            Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan  rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha  itu  bergantung   kepada  pribadi  kondisi, situasi, dan  lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)  meningkatkan   ketaqwaan  kita dengan jalan  meningkatkan   ibadah
b)  meningkatkan   pengabdian  kita kepada  masyarakat
c)  meningkatkan   kecintaan   kita  kepada  sesama  manusia  dengan  jalan   suka  menolong. dermawan,  dan  sebagainya
d)  mengurangi  nafsu  mengumpulkan harta  yang berlebihan
e)    menekan  perasaan  negatif  seperti  iri, dengki, fitnah, dan sebagainya



  
BAB II
PENGALAMAN PENULIS
            Dalam hidup manusia, harapan adalah suatu hal penting untuk menjunjung kehidupan selama manusia hidup. Karena dengan adanya harapan kehidupan manusia akan lebih bermakna, akan mengerti apa yang ingin dcapai dalam hidupnya.
            Harapan di hidup saya bisa menjadi anak yang dapat membangun dan meninggikan derajat dan martabat orangtua dan keluarga saya. Dengan begitu saya juga harus belajar yang serius dan lebih giat mencari celah untuk pengembangan diri saya dan mencari wawasan luas di luar sana.
            Saya mengerti sesuatu yang indah tidak bisa kita dapatkan tanpa ada sebuah “pengorbanan” atau tanpa ada “usaha keras” dari diri saya, tapi saya yakin dan harus percaya saya akan sukses!
            Harapan saya juga ingin melihat kedua orangtua saya ada disaat saya sudah berkeluarga, dan bisa tetap dekat merawat orangtua saya kelak dan tidak ingin mereka merasakan susah dalam kehidupannya, karna dihari tuanya saya ingin mereka menikmati rasa indahnya sisa kehidupannya.
            Alhamdulillah saya juga sudah bisa sedikit sedikit membahagiakannya dengan membelika barang-barang yang mungkin mereka tidak akan beli meskipun di diri mereka ingin, karena saya tau mereka lebih memprioritaskan uangnya untuk kehidupan anaknya,yaitu saya. Maka saya ingin sekali membelikan sesuatu yang mereka tidak pikirkan, rasanya bahagia sekali memberi little surprise untuk mereka.
            Semoga dari tahun ke tahun saya bisa memberikan hadiah yang lebih indah lebih baik dan lebih bernilai dihidupnya. Harapan inilah yang membuat saya semangat menjalani kehidupan, karena harapan adalah doa, dan doa selalu membuat hidup kita menjadi bermakna.
            Harapan itu target, tanpa target manusia akan berleha leha dalam hidupnya dan kehiduppannya tidak maju atau datar saja, karena mereka tidak memiliki harapan atau bisa disebut tidak memiliki mimpi. Karena dengan mimpi manusia memiliki sebuah kekuatan untuk meraihnya.

            Harapan saya juga semoga tercapai dengan usaha saya sekarang hingga nanti saat saya mati, tanpa ada harapan mungkin kehidupan ini bukanlah berarti, tanpa adanya harapan hidup ini tidak bernilai harganya.